21:31 - Rabu, 18 Juli 2018
Kamis, 11 Januari 2018 | 16:11

Antisipasi Difteri, Dinkes Kota Pasuruan Akan Imunisasi Massal

Pasuruan (wartabromo.com) – Sepanjang tahun 2017, jumlah warga Kota Pasuruan yang positif suspek difteri mencapai 12 orang. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan pun lakukan antisipasi dengan rencanakan imunisasi difteri massal.

Kepala Dinkes Kota Pasuruan, dr Bambang Pramono menjelaskan, imunisasi massal akan dilaksanakan secara bertahap, selama tiga kali dalam tahun ini, yakni pada bulan Pebruari, Maret dan September.

Untuk keperluan itu, Dinkes sudah menyiapkan anggaran bersumber dari APBN sebesar Rp 700 juta, diperuntukkan pada pengadaan logistik sampai kebutuhan vaksin difetri.

“Kalau untuk logistik dan vaksin, seluruhnya ditanggung oleh pemerintah pusat,” ujar Bambang, Kamis (11/1/2018).

Dikatakan, saat ini pihaknya masih fokus dengan kegiatan sosialisasi terkait bahaya diteri dan penanganannya, ke seluruh wilayah Kota Pasuruan.

“Total ada 60 ribu sasaran yang akan kita dekati untuk sosialisasi. Kita akan datang ke 8 puskesmas yang menaungi 29 puskesmas pembantu dengan harapan dapat disampaikan tentang bahayanya penyakit difteri,” imbuhnya.

Diketahui pada medio Desember 2017 lalu, Dinkes Kota Pasuruan mencatat terdapat 10 kasus difteri hingga kemudian pada akhir tahun terdapat 2 kasus, hingga difteri bertambah 12 kasus.

Dari kurun 2017 itu Dinkes telah menyatakan kondisi KLB (kejadian luar biasa) Difteri dan mengungkap terdapat satu penderita berusia 40 tahun, dinyatakan meninggal dunia.

Temuan tersebut diketahui terjadi pada bulan Januari, Maret, Juni, Nopember dan Desember, tersebar di sejumlah kelurahan dan perumahan.

Digambarkan, penderita difteri terdapat membran (kerak) putih keabu-abuan yang menyelimuti tenggorokan, serta bullneck (pembengkakan pada bagian luar tenggorokan). Membran sewaktu-waktu bisa membesar dan mengganggu jalannya pernapasan ke jantung. Sehingga bisa terjadi kematian, bila tidak segera mendapatkan penanganan medis, diantaranya operasi. (mil/ono)

Tanggul Jebol, Warga Kalianyar-Bangil Was-was

Diduga Selewengkan Tanah Kas Desa, Kades Bulusari Dilaporkan ke Kejaksaan