Ngebut Kendarai Motor, Pasutri Tewas Bertabrakan Dengan Truk

0
97

Probolinggo (wartabromo.com) – Pasangan suami-istri (Pasutri) tewas pasca terlibat kecelakaan di jalan raya Desa Segaran, Kecamatan Tiris, Probolinggo, Kamis (10/1/2018). Sempat mendapat perawatan medis, namun nyawa keduanya tetap tak tertolong.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartabromo.com, peristiwa naas itu terjadi sekitar di jalan raya di depan KUA Kecamatan Tiris.

Pasutri nahas itu adalah Mali (30) dan Erna (17), asal Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo

Saat itu, keduanya mengendarai sepeda protolan tanpa dilengkapi alat keselamatan diri, seperti helm, melaju dari arah Utara ke selatan dengan kecepatan tinggi.

Sesampainya di lokasi, diduga Mali tidak konsentrasi karena pengaruh musik dari headset ponselnya. Sehingga Mali, tak menyadari kemunculan truk yang disopiri Sudianto (50), warga Desa Segaran, dari arah berlawanan. Jarak yang begitu dekat, membuat mereka bertabrrakan dengan truk Nopol N-8925-UN itu.

“Saat jalan menikung pengendara sepeda motor berjalan terlalu ke kanan, sehingga terjadi kecelakaan dengan kendaraan. Ya tadi ngebut dan gak pake helm. Kalau posisi truknya gak salah,” ujar Ahmad, salah satu warga.

Akibatnya, tubuh Mali dan Erna terpental dari motornya sejauh beberapa meter dari titik tumbuk. Mali mengalami pendarahan hebat karena luka di kepalanya, serta mengalami patah tulang kaki. Sementara, Erna langsung tak sadarkan diri akibat benturan keras itu. Selain luka di kepala, Erna juga alami patah kaki.

Oleh warga, keduanya lantas dibawa ke Puskesmas Tiris yang tak jauh dari lokasi. Oleh petugas medis di Puskesmas, keduanya diberi oksigen untuk bantuan pernafasan. Karena luka yang sangat parah, Mali dirujuk ke RSUD Waluyojati Kraksaan. Namun, dalam perjalanan menuju rumah sakit, Mali menghembus nafas terakhir.

Sementara, istrinya juga kritis mendapat perawatan intensif di IGD. Meski begitu, usaha petugas medis tak mampu untuk menyelamatkan nyawa perempuan muda ini. Erna meninggal saat dirawat di Puskesmas.

“Keduanya meninggal dunia saat dalam perawatan medis. Dengan kejadian ini, kami sekali lagi menghimbau kepada warga untuk selalu menggunakan alat-alat keselamatan diri saat mengendarai sepeda motor. Yaitu untuk meminimalisir luka di kepala,” uakr Kanit Laka Lantas Polres Probolinggo, IPDA. I Nyoman Harayasa.

Oleh keluarga, jasad pasutri itu dimakamkan di desa masing-masing. Mali, dimakamkan di Desa Ranu Gedang, sementara Erna dikubur di Dusun Kedungmini, Desa Segaran. (saw/saw)