11:01 - Rabu, 24 Januari 2018
Jumat, 12 Januari 2018 | 16:23

Pasca Blokir Pantura, Warga Klampok Istighasah di Lokasi Proyek Tol Paspro

Probolinggo (wartabromo.com) – Usaha warga Desa Klampok, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo untuk mendapatkan akses menuju sawahnya terus dilakukan. Pasca demo dan memblokir jalur Pantura, warga melanjutkan aksi dengan istighasah di lokasi proyek tol Paspro, Jumat siang (12/1/2018).

Seperti tiada lelah pasca demo, ratusan warga Desa Klampok, menggelar Istighasah usai menjalankan shalat Jumat di masjid desa. Kegiatan itu digelar di lahan Tol Paspro, yang selama ini mereka gunakan sebagai tempat memperjuangkan nasibnya. Kaum lelaki, ibu-ibu hingga kelompok pemuda, berdatangan untuk mengikuti istighasah.

“Perjuangan untuk meminta akses secara fisik sudah kami lakukan. Dengan istighasah kami memanjatkan doa kepada Allah, untuk membuka mata hati para pemegang kekuasaan. Kami juga berharap Allah, akan memberikan kelancaran kepada kami dalam memperjuangkan jalan akses ke lahan pertanian kami,” ujar Jumadi, salah satu tokoh petani Desa Klampok.

Jumadi warga lainnya, sangat heran dengan sikap para pimpinan pelaksana proyek yakni PT. Waskita Karya maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Paspro, yang enggan memenuhi permintaan warga. Meski warga hanya meminta satu jalan setapak untuk akses ke lahan pertanian mereka. Bukan 4 jalan setapak yang sudah tergusur oleh adanya proyek strategis nasional itu.

“Kami hanya minta satu jalan akses, biar orang tani tidak disengsarakan. Kok malah sulit sekali. Orang Waskita bilang itu bukan wewenangnya, sementara ketika kami ke PPK, malah tidak ditanggapi. Secara teknis itu malah ada kelebihan sekitar 43 sentimeter,” tuturnya.

Dengan tidak adanya jalan tembus itu, untuk ke lahan persawahan dengan luas puluhan hektar itu, mereka harus berputar sekitar 3 kilometer. Padahal sebelumnya hanya sekita 200 meter saja. Diperkirakan ada sekitar 400 petani dirugikan. Selain itu, jalan setapak tersebut menjadi jalan alternatif bagi warga Desa Klampok, Desa Pamapatan, dan Wates Tani.

Meski tak mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat, warga akan terus memperjuangkan hak-hak mereka yang telah diingkari pelaksana proyek tol Paspro. (saw/saw)

Pemkot Pasuruan Ajukan Rp 52 M ke Pemprop Jatim untuk Normalisasi Sungai

Tim PD PT CJI Raih Juara Umum 1 di IAIN Cup 2 se Jawa & Bali