Nekad Gondol Pikap, Pria Asal Lumajang Dihajar Warga

0
80

Pasuruan (wartabromo.com) – Coba larikan pikap, seorang pria babak belur dihajar warga, di depan markas Yonzipur 10, Kota Pasuruan, Minggu (21/1/2018). Kasus inipun masih dalam penanganan pihak kepolisian.

Pria nekad itu diketahui bernama Amari (35) asal Dusun Klotoan, Wonorejo, Kabupaten Lumajang. Ia mencoba melarikan pikap yang dikemudikan Edi Mujiono (49), asal Dusun Sumberpanas Barat RT 2 RW 15, Desa Harjomulyo, Kecamatan Silo, Jember sekitar pukul 01.30 WIB dinihari tadi.

Kasateeskrim Polresta Pasuruan, AKP Arumsari Puspita Dewi mengatakan, ceritanya bermula ketika Edi bersama Sifa mengendarai pikap bernopol P-8842-RT, dari surabaya untuk kembali pulang menuju Jember.

Tapi mereka terpaksa menghentikan perjalanan di timur areal gudang Bulog, Kota Pasuruan, karena Sifa, yang juga anak Edi ini, ingin buang air kecil.

Nah, tidak berapa lama dua orang mengendarai sebuah motor sport, yakni Amari dan Lihin menghampirinya. Amari yang turun dari boncengan, langsung meminta uang ke Edi dengan kalimat kasar.

Tanpa banyak cakap, korban kemudian menyerahkan uang Rp 20 ribu ke Amari. Tapi, uang itu justru membuat pria gendut ini murka, sampai kemudian mendesak dan mengancam Edi agar memberikan uang dengan jumlah lebih besar. Karena ketakutan, Edi lalu memberikan uang Rp 100 ribu kepada preman jalanan ini.

“Pelaku meminta uang dengan mengancam korban. Katanya buat makan,” ujar Arumsari.

Ternyata Amari tidak cukup memalak, karena otak kriminalnya justru kian menjadi saat melihat kontak pikap yang dipegang korban, lalu merampasnya. Pikap L-300 itupun digondol dan Edi bersama Sifa pun berlari mengejar sambil berteriak-teriak minta tolong.

Disebutkan juga, salah satu teman korban yang sebelumnya sempat beriringan, turut membantu pengejaran.

Upaya pengejaran dan teriakan itu cukup mendapat perhatian. Sejumlah anggota Yonzipur bersama warga kemudian mencoba menghadang aksi Amari hingga berhasil menghentikannya, tepat di depan markas Yonzipur 10.

Tanpa pikir panjang, sejumlah warga ramai-ramai memberi bogem mentah dan tendangan ke wajah dan tubuh pelaku. Beruntung, Amari segera dapat diselamatkan dari amukan warga hingga berlanjut diserahkan ke polisi.

Namun, Lihin berhasil kabur dengan motornya, setelah mengatahui Amari diamankan warga.

“Pelaku masih dalam perawatan. Kasus ini masih dalam penyelidikan,” pungkas Kasatreskrim. (trr/ono)