Kawasan Savana Bromo Rawan Pengrusakan

0
124

Probolinggo (wartabromo.com) – Kawasan hijau savana bromo, di areal Taman Nasional Gunung Bromo Tengger Semeru (TNBTS) rawan pengrusakan. Padahal lokasi tersebut, merupakan areal konservasi, yang terlarang untuk dimasuki kendaraan.

Aksi pengrusakan areal konservasi semacam ini tidak hanya terjadi sekali. Berdasarkan informasi dari humas Forum Sahabat Gunung, Muhammad Anshori terungkap, sudah sering kejadian ini terus berulang. Bahkan, sehari yang lalu (28/12018) pihaknya menghalau rider motor trail yang nekat naik ke bukit teletubbies. Rumput setinggi satu meter dilibas dengan motor trail mereka.

Dalam video amatir berdurasi 1 menit 21 detik yang direkam oleh Eko, nampak para rider trail dihalau dari lokasi konservasi tersebut. Selain itu, mesin motor juga harus dimatikan.

“Ya benar, yang terbaru adalah para pengendara trail yang nekat ke areal Savana. Ada sekitar 10 orang yang masuk kesana dan dihalau oleh teman-teman yang kebetulan mengetahui,” ujar Ori, panggilan akrabnya, Selasa (29/1/2018).

Sebelumnya baru-baru ini, viral video penghalauan komunitas jeep dan motor trail, oleh seorang pegiat lingkungan, yang diketahui bernama Untung.

Dalam video amatir berdurasi 1 menit 58 detik itu, komunitas ini dihalaunya, karena masuk ke Savana Bromo yang terlihat seenaknya memarkir jeep, hingga merusak rumput yang baru tumbuh di kawasan konservasi ini.

“Silahkan bapak-bapak semua bergeser, parkir di tepi. Rumput kami baru semai, baru dua minggu. Bapak-bapak injak lagi pakai mobil. Taati, jadilah pengunjung yang peduli,” Kata Untung, dalam rekaman video amatir tersebut.

Video tersebut kemudian viral di jejaring sosial facebook, meskipun sudah terjadi tiga bulan lalu. Namun kemarin, ada akun lain di jejaring sosial facebook, yang mengunggahnya lagi danmenjadi viral.

Masih menurut Ori, permasalahan itu juga sudah diselesaikan. Pihak komunitas jeep yang dihalau dari areal savana, sudah meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi tindakan seperti itu.

Pihaknya berharap, masyarakat tidak lagi melanggar masuk ke zona konservasi. Sehingga kawasan tersebut, tetap terjaga kelestariannya. Tindakan tersebut diharapkan bisa membuat wisatawan lebih bijak dalam berwisata dan menjaga lingkungan. (lai/may)