Setelah 332 tahun, Kota Pasuruan Akhirnya Punya Pendopo

0
252

 

Pasuruan (wartabromo.com) – Setelah sekian tahun, Kota Pasuruan akhirnya miliki pendopo, ditempatkan di Komplek Rumah Dinas Walikota Pasuruan. Pendopo┬ádinamai “Surga-Surgi” itu, dilaunching tepat di hari jadi 332 Kota Pasuruan, Rabu (7/2/2018).

Menurut walikota Pasuruan, Setiyono, keberadaan Pendopo sangat penting sebagai “Jejeg” atau jantung pusat pemerintahan sebuah daerah. Terlebih Kota Pasuruan dikenal sebagai Kota Pelabuhan dan Niaga di masa-masa kejayaan, pada puluhan hingga ratusan tahun lalu.

“Kita ingin mengembalikan kejayaan Kota Pasuruan seperti jaman dulu kala. Di mana-mana setiap daerah pasti punya Pendopo. Hanya Kota Pasuruan yang belum memilikinya. Pendopo ini sebagai satu dari bangunan yang kita prioritaskan terlebih dulu, dan diikuti pembangunan yang lain,” kata Setiyono dalam sambutannya.

Dijelaskannya, dinamakannya Pendopo Kota Pasuruan dengan sebutan Surga-Surgi seiiring dengan Bupati Pasuruan pertama yang bernama Surga-Surgi. Begitu pula dengan dua bangunan lain yang berada di komplek Rumah Dinas Walikota Pasuruan, yakni Ruang Pertemuan “Mbah Slagah” dan Gedung Kesenian “Darmoyudo” juga diambil dari nama Kepala Daerah Pasuruan dan ulama Kota Pasuruan.

“Ya semoga dengan kita namakan Pendopo Surga-Surgi, Mbah Slagah dan Darmoyudo, ketiga bangunan ini juga dijaga oleh mereka semua,” imbuhnya.

Lebih lanjut pria yang mengawali karir nya sebagai Komite Sekolah itu menambahkan, pembangunan Pendopo Surga-Surgi dan Gedung Mbah Slagah berasal dari anggaran APBD Kota Pasuruan tahun 2017 senilai Rp 5,875 Milyar, sedangkan Gedung Kesenian menyedot anggaran sebesar Rp 16,928 Milyar.

Tak hanya ketiga bangunan tersebut, sepanjang tahun 2017, Pemkot Pasuruan juga membangun Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebesar Rp 2,758 Milyar, Masjid Al Muttaqin sebesar Rp 1,403 M, Gedung Perpustakaan Umum senilai Rp 3,389 M, Kantor Bersama untuk KADIN, PGRI, MUI, FKUB, Baznas, Badan Waqaf senilai 1,046 M, Taman Jam Agung sebesar 2,631 M, Gedung Farmasi senilai Rp 2,080 M, Kecamatan Panggungrejo senilai Rp 8,471 M dan Kecamatan Bugul Kidul senilai 4,900 M.

Pembangunan seluruh gedung tersebut, dikatakan semata-mata dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat Kota Pasuruan secara maksimal.

“Seperti contohnya Gedung Kesenian yang kita bangun adalah hasil dari urun rembug kami dengan seluruh pelaku seni di Kota Pasuruan. Banyak sekali prestasi dari dunia senia lukis dan tari yang go international tapi belum memiliki tempat latihan dan pertunjukan yang ideal. Nah dengan adanya Gedung Kesenian ini, semua insan seni di Kota Pasuruan akan kita rangkul, silahkan dipergunakan sebagaimana mestinya,” terangnya kepada wartabromo.com. (mil/ono)