23:47 - Rabu, 23 Mei 2018
Minggu, 11 Februari 2018 | 23:09

Diduga Kena Virus Tikus, Bocah Kelas 4 SD di Lekok Tak Tertolong

Lekok (wartabromo.com) – Bocah kelas 4 SDN Tambaklekok 3 dikabarkan meninggal akibat virus tikus. Ia tak mampu ditolong meskipun telah dirawat, lebih sebulan di RS Syaiful Anwar Malang.

Hal itu diketahui salah satunya dari ungkapan belasungkawa salah seorang guru, yang mengungkapkan anak didiknya tak bernyawa, setelah melakukan perjuangan melawan sakit selama 37 hari di rumah sakit.

Sejumlah sumber menyebutkan, bocah berinisial MS tersebut, mengalami hal tidak terduga lebih sebulan lalu. Disebutkan, ia sebelumnya bermain seharian di luar rumah. Tapi, tanpa disadari, kedua kakinya tidak mampu digerakkan.

“Setelah seharian bermain, waktu itu kakinya terasa nggak bisa jalan, lumpuh,” ungkap salah seorang tetangga.

Iapun dibawa ke rumah sakit di seputar Pasuruan, hingga kemudian dirujuk ke Malang untuk mendapatkan perawatan medis lebih memadai.

Selama itu, bocah ini terus berbaring di ranjang rumah sakit, dengan kondisi kesehatan yang dibilang tidak menentu.

Dari keterangan medis, kuat dugaan MS terkena virus tikus hingga membuatnya lumpuh dan tubuhnya lemah tak berdaya.

Upaya perawatan yang coba dilakukan oleh pihak keluarga, terus tanpa henti. Namun, kondisi kesehatan MS terus menurun, sampai akhirnya tidak mampu diselamatkan.

Beberapa sumber mengungkap jenasah bocah sudah berada di rumah duka, sekitar pukul 22.00 WIB, Minggu (11/2/2018) malam.

Sampai saat ini, kepastian peristiwa hingga akibat meninggalnya MS, terus dicoba dilakukan penggalian.

Beberapa waktu terakhir, sejumlah media massa mengungkap peristiwa maraknya korban suspek virus tikus.

Kemudian dalam ulasannya, virus ini dikaitkan dengan istilah medis Leptospirosis, yakni penyakit yang disebabkan oleh bakteri leptospira yang disebarkan melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi bakteri ini.

Dirujuk dari situs alodokter terungkap, beberapa jenis hewan yang dapat menjadi pembawa leptospirosis, yaitu anjing, hewan pengerat seperti tikus, dan kelompok hewan ternak seperti sapi, serta babi.

Leptospirosis juga dapat menyerang manusia melalui kontak langsung dengan air (air banjir, kolam, sungai, danau, atau air selokan) atau tanah yang telah terkontaminasi urine hewan pembawa bakteri leptospira. Leptospirosis rentan menyerang orang-orang yang biasa berurusan dengan hewan. Jarang sekali penyakit ini ditulari dari manusia. (ono/ono)

 

Tuntut Kompensasi Proyek Umbulan, Warga Warungdowo Bakar Ban di Tengah Jalan

Selain Dituntut Kompensasi, Proyek Umbulan Dituding Ganggu Belajar Siswa SDN Pleret 1