15:29 - Rabu, 20 Juni 3331
Minggu, 18 Februari 2018 | 14:33

Sariwani, Desa Sejuta Selfie di Probolinggo

Probolinggo (wartabromo.com) – Sang Pencipta menganugerahkan kekayaan alam yang tak pernah habis dieksplorasi bagi warga Kabupaten Probolinggo. Salah satunya adalah keindahan alam di Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura. Di desa ini, banyak spot yang bisa diabadikan untuk berswafoto alias berselfie.

Berada di lereng pegunungan Tengger, membuat Desa Sariwani mempunyai wilayah berbukit-bukit. Desa yang berbatasan Desa Sukapura ini, posisinya memanjang hingga ke Puncak 30 atau berbatasan langsung dengan Kabupaten Lumajang. Lautan pasir Gunung Bromo pun terlihat dengan jelas dari atas desa ini. Sementara, jika kita alihkan pandangan ke arah utara, selat Madura dan Kota Probolinggo sangat asyik dipandang mata.

Jalan yang berbukit membuat orang yang baru pertama kali mengunjungi desa ini, ingin selalu mengabdikan pemandangan yang cukup indah. Bahkan tak jarang, mereka yang sudah menikmati alam Desa Sariwani menyebutnya sebagai desa seribu selfi. “Banyak kawasan perbukitan yang bisa dijadikan tempat foto-foto. Gak rugi sudah datang ke sini,” tutur Anita Mega Ariezanty, warga Probolinggo, Minggu (18/2/2018).

Sayang potensi wisata yang sangat menakjubkan itu, belum digarap maksimal oleh Pemerintah Daerah. Akses jalan masih banyak yang belum layak untuk dijadikan jujugan wisata penyangga Bromo, meski hanya perlu 20 menit perjalanan dari Sukapura.

“Pengembangan wisata memang dilakukan secara bertahap mulai tahun ini. Karena untuk wisata memang masih kurang diperhatikan, kami sejauh ini masih fokus pada pembangunan jalan,” kata Kades Sariwani Sukaryo BS.

Untuk akses jalan, Pemerintah Desa (Pemdes) saat ini mulai gencar memasang paving. Pavingisasi jalan itu, dilakukan karena pertimbangan teknis. Yakni paving perawatannya sangat mudah dibanding dengan pembangunan rabat beton. “Kalau rusak tinggal ganti saja mas, jadi lebih simpel,” jelasnya.

Camat Sukapura Yulius Christian, mengatakan pihaknya berencana menjadikan Desa Sariwani sebagai penyangga wisata Bromo. Sehingga, Pemdes diarahkan untuk menghidupkan potensi wisata desa itu. Salah satunya dengan memasang gazebo maupun fasilitas lainnya, untuk tempat istirahat wisatawan dan tempat mengabadikan momen liburan.

“Pengembangannya bisa menggunakan dana desa (DD). Sebab peruntukan DD salah satunya bisa dialokasikan kepada produk unggulan desa. Tahun ini bisa dimulai mas, karena memang potensi wisatanya juga cukup bagus, jadi cocok sebagai penyanggah Gunung Bromo serta mendukung Endless Probolinggo,” kata mantan Kabag Kominfo itu. (cho/saw)

Mendadak nge-Hits! Grojokan Limo Diserbu Wisatawan

Warga Kedungbanteng Tewas Tertabrak Kereta di Perlintasan Tak Berpalang Pintu