MUI Sebut Ada 5 Aliran Radikal di Kota Probolinggo

0
228

Probolinggo (wartabomo.com) – Gerakan radikal ternyata tumbuh subur di Kota Probolinggo. Majelis Ulama Indonesia (MUI) memetakan, setidaknya ada 5 ajaran aliran keras di Kota Mangga ini.

Menurut Ketua MUI Kota Probolinggo, KH. Nizar Irsyad, kelima aliran keras itu adalah Majelis Mujahidin Indonesia (MMI). Jama’ah Anshorut Tauhid (JAT), Jama’ah Anshorut Syari’ah (JAS), Khodimul Ummah dan Hidayatullah.

“Dari hasil pemantauan MUI, awalnya mereka berasal dari Mujahidin, kemudian pecah menjadi beberapa bagian. Untuk jumlah jamaah keseluruhan dari yang dewasa sampai yang kecil. Mungkin diperkirakan sekitar 50 orang,” tuturnya, Rabu (21/2/2018).

Kelima aliran keras itu tersebar di seluruh Kota Probolinggo, yakni di Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih; Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan; Kelurahan Jrebeng Lor dan Sumberwetan, Kecamatan Kedopok. Dari kelima aliran keras itu, yang paling dikenal adalah aliran Jama’ah Anshorut Tauhid (JAT).

“Dari empat titik itu, saya tidak tahu mana yang masuk JAT dan mana yang masuk JAS. Yang jelas keduanya sama-sama aliran keras,” terang pria yang akrab dipanggil Nizar ini.

Tindakan yang diambil oleh MUI, menurut Nizar adalah dengan mengoptimalkan kegiatan dakwah. Baik itu, melalui majelis pengajian dan seminar serta workshop kepada pimpinan-pimpinan organisasi masyarakat untuk pendalaman keagamaan yang benar dan damai. Tindakan secara berkala itu, adalah untuk membendung gerakan tersebut.

“Kami juga mengadakan dialog ukhuwah bagi tokoh agama di Kota Probolinggo untuk menghindari perselisihan dan konflik. Serta, mewaspadai gerakan yang keras. Selain itu, MUI berusaha membina anak-anak muda dan pelajar agar tidak terpengaruh oleh aliran keras tersebut melalui kegiatan madrasah, dai bagi pelajar,” tandas Nizar. (fng/saw)