15:30 - Rabu, 21 Juni 1939
Sabtu, 24 Februari 2018 | 15:17

Empat Desa di Kabupaten Pasuruan Masih Tergenang Banjir

 

Pasuruan (wartabromo.com) – Bencana banjir yang terjadi beberapa hari lalu masih dirasakan oleh warga di empat desa wilayah Kabupaten Pasuruan. Jalan utama pemukiman di empat desa tersebut masih tergenang air, dengan ketinggian rata-rata kurang dari setengah meter.

Dari catatan empat desa itu merupakan daerah langganan banjir, yakni Kedungringin dan Kedungboto, Kecamatan Beji; selanjutnya Tambakan dan Kalianyar di Kecamatan Bangil.

Di tempat itu, banjir diakui kerap merepotkan lantaran, genangan air banjir susah untuk segera surut. Namun demikian, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Jati Bakti Permana mengungkapkan, saat ini kondisi banjir di beberapa titik berangsur-angsur sudah mulai kering.

Dijelaskan oleh Bakti, genangan air masih dijumpai rata-rata pada jalan-jalan permukiman dengan ketinggian 20 sentimeter sampai 40 sentimeter. Warga sekitar disebutkan mulai leluasa beraktifitas, karena kendaraan roda dua maupun roda empat sudah dapat melintas. Hanya saja beberapa jalan yang digenangi air tersebut terbilang masih licin.

“Sudah dapat diakses, meskipun beberapa jalan tersebut, masih ada yang masih licin,” ungkap Bakti, Sabtu (24/2/2018).

Diungkapkan sebelumnya, banjir berada di lima kecamatan wilayah Kabupaten Pasuruan, yakni Gempol, Beji, Bangil, Kraton dan Kecamatan Rejoso.

Banjir terjadi setelah sejumlah sungai di wilayah Kabupaten Pasuruan, seperti Sungai Rejoso, Sungai Welang, Sungai Kedunglarangan dan beberapa sungai pecahan DAS Brantas di wilayah Gempol dan Beji, meluap. Bahkan selain pemukiman, banjir sempat memutus arus lalu lintas di jalan raya Kraton.

Selanjutnya, sejumlah tanggul sungai, seperti di wilayah Cangkringmalang, Beji harus segera diperbaiki agar banjir dapat diminimalisir. (ozi/may)

APK Cagub Jatim Diluar Ketentuan Bertebaran di Kota Pasuruan, Ini Kata Panwaslu

Target Perluasan Areal Tanam Bawang di Probolinggo Gagal Dipenuhi