Tak Ada yang Curiga Hilang saat Hujan, Balita Asal Pohjentrek Tewas di Selokan

0
115

 

 

Pasuruan (wartabromo.com) – Warga menyebut tidak ada kecurigaan, saat Haidar menghilang di tengah hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Pasuruan, Minggu (4/3/2018) sore tadi. Balita berusia dua tahun itu kemudian ditemukan tak bernyawa, setelah air dalam selokan di gang sekitar rumahnya meluber dan membanjiri jalanan.

“Kejadiannya waktu hujan sore tadi, Haidar main hujan-hujanan, lalu menghilang tanpa ada yang mengetahui,” tutur Yoyok, tetangga korban.

Pria yang juga bendahara RT ini melanjutkan, sebelumnya tidak ada sesuatu hal mencurigakan terjadi di kampungnya. Tidak banyak warga yang beraktifitas di tengah hujan sore itu. Sehingga, menghilangnya Haidar di tengah hujan, juga disebut tidak menjadi perhatian warga. Iapun tidak mengetahui secara persis, orangtua Haidar saat itu mencarinya atau tidak.

“Tiba-tiba air meluap di depan jalan rumah warga,” imbuh Yoyok kepada Wartabromo.com.

Air meluap dari selokan, yang memiliki kedalaman hampir 25 sentimeter itu, disebutnya tidak biasa. Menurutnya air dalam selokan jarang membanjiri pemukiman di dalam gang Jl. KH. Ahmad Dahlan RT 8 RW 2, Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo ini.

Mengetahui ada luapan air, seketika itu warga berusaha membersihkan selokan. Beberapa warga mendapati sesuatu yang menyumbat, hingga mencoba mengeluarkannya.

Namun warga kaget, karena ternyata terdapat tubuh balita nahas itu. Upaya mengeluarkan tubuh balita bertubuh subur itupun dilakukan, sampai sekitar 15 menit kemudian warga berhasil mengangkatnya dari dalam selokan.

“Setelah ditarik, ternyata jasad Haidar yang sudah tidak bernyawa ” Terang Yoyok.

Saat ini, jasad balita sudah dimakamkan di TPU sekitar Kelurahan Pohjentrek sekitar pukul 19.00 WIB. Anak kedua pasangan Imron (35) dan Rika (35) ini, meninggalkan kakak pertamanya bernama Ira, yang masih berusia 4 tahun. (trw/ono)