Diklarifikasi Panwaslu, ASN Akui Tak Terlibat Kampanye Bumbung Kosong

0
141

Pasuruan (wartabromo.com) – Aparatur sipil negara (ASN), tak tahu jika pose jari telunjuk menempel dengan jempol, menjadi simbol bumbung kosong. Belasan ASN, sebagian besar mengaku tidak terlibat, karena hanya diajak untuk berpose dengan gaya yang biasa digunakan pegiat bumbung kosong itu.

Ungkapan tersebut diketahui setelah Panwaslu Kabupaten Pasuruan melakukan klarifikasi terhadap belasan ASN yang disebut sebagai kepala sekolah.

Komisioner Panwaslu Kabupaten Pasuruan Bidang Penegakan Hukum, Nasrup mengatakan, secara umum, hasil klarifikasi mengerucut pada ketidak tahuan mereka saat berpose dalam foto, dengan mengangkat jari menyerupai angka nol (0).

Hanya saja tidak dijelaskan rinci, terkait berulangnya mengangkat jari, yang disebut-sebut simbol ajakan memiliih kotak kosong atau bumbung kosong itu. Pada beberapa gambar, selain dalam pose berdiri, juga terdapat pose duduk bersama, dengan sebagian diantaranya tetap menunjukkan simbol angka nol itu.

Dijelaskan, dari pengakuan salah satu ASN saat diklarifikasi di salah satu ruangan, mengaku sempat menolak ketika diajak untuk berpose dengan simbol tersebut, saat berkumpul di salah satu cafe daerah Wonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan tersebut. Namun salah satu ASN tetap memaksa berpose dengan mengangkat jari seperti kerap dilakukan pegiat bumbung kosong

“Dari ASN yang sudah diklarifikasi, saya masih belum menemukan siapa yang mengajak berpose seperti itu,” terang Nasrup.

Panwaslu juga belum menjelaskan keberadaan belasan ASN yang diperkirakan kepala sekolah tersebut, turut berkumpul bersama-sama dengan sejumlah figur yang dikenal sebagai pegiat bumbung kosong.

Dikabarkan, proses pengumpulan keterangan dan klarifikasi masih terus dilakukan. Beberapa ASN dikatakan saat uni masih berada di kantor Pabwaslu Kabupaten Pasuruan, yang berada di Jl Untung Suropati, Kota Pasuruan ini.

Diwartakan terdapat 13 aparatur sipil negara (ASN) diperkirakan kepala sekolah, diklarifikasi Panwaslu Kabupaten Pasuruan, Sabtu (10/3/2018). Jumlah tersebut bertambah dari 12 ASN sebelumnya yang disebut-sebut terlibat dalam kampanye bumbung kosong di Pilkada kali ini. (ozi/ono)