Pembersihan Material Longsor di Jalur Bromo Tertunda

0
29

Probolinggo (wartabromo.com) – Alat berat yang akan digunakan untuk pembersihan material longsor Bromo sudah tiba di lokasi pada Minggu siang (18/3/2018). Ritual Ngembak Geni belum selesai, hingga proses pembersihan longsor pun tertunda.

Menurut Camat Sukapura, Yulius Christian, usai Nyepi, umat Hindu Tengger melaksanakan ritual Ngembak Geni. Upacara Ngembak Geni dilakukan oleh masyarakat Hindu Tengger digelar dengan bersembahyang dan memanjatkan doa kepada Sanghyang Widhi Wasa. Tujuannya supaya diberikan kemudahan dan kebaikan sehingga bisa kembali menjadi manusia yang baru. Ritual ini dilakukan pasca umat Hindu tapa barata nyepi.

Dengan masih adanya pelaksanaan ritual keagamaan itu, rencana pembersihan material longsor yang berada di bibir lautan pasir tidak dilaksanakan hari ini. Hal itu, dilakukan untuk menghormati umat Hindu Tengger. Rencananya pembersihan, dilakukan pada Senin (19/3/2018) esok.

“Kami menghormati adat istiadat dan ritual keagamaan. Apalagi, jalan yang tertutup longsor bukanlah jalan utama yang menghubungkan antar pemukiman. Jalan ini jalur wisata yang tidak berpengaruh pada perekonomian warga,” ujar Yulius.

Hal itu juga ditegaskan oleh Kepala Resort Lautan Pasir Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Subur Hadianto. Ia menyebutkan, pihaknya selaku pengelola telah berkoordinasi dengan Pemkab Probolinggo dan Dukun Pandita Tengger. Oleh Dukun Pandita, pembersihan timbunan longsor itu baru diperbolehkan pada Senin esok.

“Kawasan ini bukan cuma kawasan konservasi, melainkan juga kawasan budaya dan ada istiadat Tengger. Sehingga bagaimanapun, kami juga harus menghargai petuah dari Sesepuh dan Dukun Pandita Tengger,” tutur Subur.

Rencananya, sebelum pembersihan material longsor, Dukun Pandita akan menggelar doa di lokasi longsor. Doa ini dimaksudkan agar kawasan Bromo terhindar dari marabahaya. (saw/saw)