21:13 - Rabu, 18 Juli 2018
Minggu, 18 Maret 2018 | 16:51

Wisatawan Bromo Terjebak Longsor, Evakuasi Dilakukan dengan Kuda

Probolinggo (wartabromo.com) – Usai Perayaan Nyepi 1940 Saka, jalur menuju lautan pasir Bromo di Dusun Cemorolawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, longsor, Minggu (18/3/2018). Warga dan wisatawan pun terjebak hingga kemudian dievakuasi menggunakan kuda.

Longsor ini mengakibatkan akses jalan tidak bisa dilewati. Masalahnya kemudian, warga maupun wisatawan yang sebelumnya berada di lautan pasir Gunung Bromo terjebak. Pasalnya, timbunan tanah mencapai 5 meter, dengan volume 2 ribu meter kubik, menutup jalur akses utama di kawasan wisata alam ini. Terlebih kendaraan roda empat, tak mampu melewati jalan sepanjang 50 meter yang tertimbun longsor.

Material longsoran berupa tanah, bercampur rerumputan dan ranting pohon, membuat petugas kesulitan, hingga kewalahan melakukan pembersihan.

Nah, warga dan wisatawan yang terjebak di lautan pasir, terpaksa dievakuasi dengan ojek motor dan kuda. Upaya itu dapat dilakukan setelah petugas dan warga membuat jalur khusus diantara tumpukan material longsor, yang cukup untuk sepeda motor.

Hal lain akibat longsoran tentu saja pada wisatawan yang hendak menikmati Bromo pasca nyepi. Mereka kecewa, sebab ritual nyambak geni di pura poten Luhur Agung, menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Salah satu wisatawan asal Sidoarjo, Irma Safitri daintaranya yang mengungkap kekecewaan. Longsor di jalur utama menuju lautan pasir, membuatnya tidak dapat menikmati suasana usai ritual nyepi.

“Kecewa pastinya, soalnya sudah jauh-jauh dari sidoarjoa mau melihat keindahan Gunung Bromo tidak bisa. Pasca nyepi biasanya rame, di bawah itu ada ritual-ritual,” ujar Irma.

hingga saat ini/ baik petugas tnbts/ kepolisian/ tni/ dan bpbd/ sementara melakukan penjagaan di areal lokasi tebing longsor/ mengantisipasi longsoran susulan//

Sementara, evakuasi material longsor dengan menggunakan alat berat, masih akan dilakukan Senin besok. Sebab, sebagai kawasan wisata budaya, pengelola wisata harus berkoordinasi dengan dukun pandita.

“Sudah koordinasi dengan PUPR untuk mendatangkang alat berat, juga dengan TNBTS, Untuk hari ini datangkan alat beratnya, namun menurut suku tengger sini tidak mungkin dilakukan evakuasi longsoran tanah, baru bisa besok pagi,” terang Fakih Efendi, Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Probolinggo.

Meski tertutup tanah longsor, obyek wisata Bromo diaebutnya tetap dibuka. Wisatawan diperkenankan masuk ke lokasi wisata dengan menggunakan jalur alternif, dengan berjalan kaki ataupun naik kuda.

Diwartakan, usai Perayaan Nyepi 1940 Saka, jalur menuju lautan pasir Bromo di Dusun Cemorolawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, dilanda longsor, Minggu (18/3/2018). Longsor ini mengakibatkan akses jalan tidak bisa dilewati oleh kendaraan bermotor.

Peristiwa diperkirakan terjadi sekitar pukul 4.00 WIB. Tebing longsor berada sesudah pintu masuk atau tiket Cemorolawang. Longsoran itu cukup tebal dan tinggi sehingga kendaraan bermotor, baik jip dan sepeda motor tak mampu melintas. (saw/ono)

 

Golkar Target 80% Menang Pilkada di Jawatimur, Pasuruan Diyakini Sudah di Genggaman

Gus Irsyad Sebut Golkar Jadi Penyelamat saat Interpelasi MAN IC Bergulir