Warga Tegaskan Kawal Pansus Tol DPRD Kota Pasuruan

0
68

Pasuruan (wartabromo.com) – Warga Tembokrejo, kembali mendatangi Gedung DPRD Kota Pasuruan, Rabu (21/3/2018). Mereka ingin melihat keseriusan Panitia Khusus (Pansus) Tol, untuk dapat menuntaskan polemik yang dihadapi.

Terpantau, sejumlah warga berada di ruang lobby gedung dewan, seperti tengah menunggu anggota dewan yang tengah melakukan rapat Pansus Tol

“Pansus Tol terus kita kawal,” tutur Habib Abdullah, warga tembok rejo.

Kehadiran warga ditegaskan, sebagai bentuk dukungan moral sehingga problem yang tengah dihadapi warga dapat segera tuntas, seperti desain tol yang menerabas jalan hingga harus diubah jadi jalan layang.

Selain itu, aparat Kelurahan Tembokrejo dilaporkan diduga lakukan pungutan liar (pungli) terkait proses pembebasan lahan tol Gempol-Pasuruan (Gempas) seksi 3A. Laporan ditujukan langsung ke Walikota Pasuruan Setiyono, secara tertulis oleh Asep Fatchurrahman (56), warga Kelurahan Bugul Kidul, Kota Pasuruan.

Setidaknya terdapat tiga hal dikemukakan dalam tulisan yang dibuat pada medio Pebruari 2018 tersebut. Selain pungli juga ada kutipan sodaqoh sebesar Rp 1,5 juta, hingga intimidasi oleh aparat Kelurahan Tembokrejo berinisial ML, dalam sosialisasi pada warga pemilik yang terkena pembebasan lahan tol Gempas.

Hal lain yang jadi perhatian, adanya kekeributan saat pemilihan ketua Pansus Tol. Diketahui, mekanisme pemilihan pimpinan Pansus Tol melalui voting. Terdapat dua paket calon pimpinan yang dapat dipilih, waktu itu.

Paket 1, terdiri M. Suci Mardiko (Ketua), Sutirta (Wakil Ketua) dan Soemarjono (sekretaris). Sedangkan Paket 2 adalah Luchman Hakiem (Ketua), M. Suci Mardiko (Wakil Ketua) dan Suharsono (Sekretaris).

Dalam prosesnya, berdasarkan hasil voting, Paket 1 menang dengan perolehan 7 suara, sedangkan paket 2 kalah karena memperoleh 4 suara.

Persoalan mengemuka, ketika paket 1 dinyatakan terpilih untuk memimpin Pansus Tol. Waktu M. Suci Mardiko (Ketua), berada dalam ruangan sidang. Sedangkan Sutirta (Wakil Ketua) dan Somarjono (sekretaris) tidak hadir. (trd/ono)