15:24 - Selasa, 23 April 1895
Jumat, 6 April 2018 | 09:13

Koran Online 6 April : Pengerjaan SPAM Umbulan Didorong Dipercepat, hingga Sumur Dalam Sungai dipasang Police Line

Beragam peristiwa kami sajikan pada 5 April 2018 melalui laman media online wartabromo. Ragam berita menarik kini kami rangkum untuk kembali anda baca dalam koran online edisi Jum’at (6/4/2018). Mulai dari Loket Cemorolawang Diusulkan Digeser, hingga Sumur Dalam Sungai dipasang Police line:

  1. Loket Cemorolawang Diusulkan Digeser

Probolinggo (wartabromo.com) – Pos tiket Gunung Bromo milik Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) diminta digeser lebih ke dalam. Pasalnya, loket tersebut kerap jadi masalah turis, yang akan menginap di hotel.

Ketua PHRI Kabupaten Probolinggo, Digdoyo Djamaludin mengatakan, usulan itu berdasarkan beberapa pengalaman pahit yang menimpa wisatawan yang akan berkunjung. Diceritakan beberapa hari lalu, ada tiga wisatawan asing ingin menanyakan harga hotel di Bromo Permai dan Lava View Lodge yang posisinya di dalam kawasan tersebut. Meski hanya menanyakan harga, namun salah satu petugas tak resmi meminta untuk membayar tiket masuk. Simak Selengkapnya.

  1. Menang Derby, Persekabpas Nangkring di Puncak Klasemen.

Probolinggo (wartabromo.com) – Derby Plat “N” edisi pertama di Grup D Liga 3 Jawa Timur 2018 menjadi milik Persekabpas. Dalam laga yang digelar di Stadion Bayuangga, Kota Probolinggo, Rabu (4/4/2018), Persekabpas menang tipi 2-1 atas tuan rumah Probolinggo United.

Kemenangan ini membuat Persekabpas berada di puncak klasemen dengan perolehan 6 poin. Sedangkan probolinggo united berada di peringkat bawah, setelah menderita dua kali kekalahan beruntun. Simak Selengkapnya.

  1. Membahayakan, Polisi Pasang Police Line Sungai Prono.

Probolinggo (wartabromo.com) – Keberadaan sumur (sipon) di tengah-tengah Sungai Prono, Desa Sumber Bulu, Kecamatan Tegal Siwalan, Kabupaten Probolinggo, membuat banyak warga berdatangan, bahkan, banyak diantaranya turun ke lubang Sipon. Dinilai membahayakan, Polres Probolinggo pun memasang garis polisi (police line) di pinggir sungai.

Pemasangan police line itu dilakukan pada Kamis (5/4/2018) sekitar pukul 8.00 WIB. Police line itu dipasang di pinggir Sungai Prono untuk mencegah terjadinya korban jiwa. Tak hanya police line, petugas juga memasang papan himbauan larangan mandi, memancing dan masuk ke area sungai. Larangan itu, berlaku bagi semua warga, kecuali petugas kepolisian dan juru pengairan. Simak Selengkapnya.

  1. E-KTP Satu Jam Selesai, Mendagri Siapkan Permen

Jakarta (wartabromo.com) – Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo segera siapkan aturan untuk bisa mempercepat proses pembuatan berbagai dokumen, diantaranya E-KTP. Aturan ini nantinya berbentuk peraturan Menteri (Permen) sesuai intruksi Presiden RI, Joko Widodo.

Seperti dinukil dari kumparan (kumparan.com), ancangan tersebut diputuskan dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (4/3/2018) kemarin. Simak Selengkapnya.

  1. Pengerjaan SPAM Umbulan dan Tol di Pasuruan Didorong untuk Lebih Cepat

Pasuruan (wartabromo.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan, mendorong empat proyek infrastruktur strategis nasional, terutama jalan tol, diselesaikan lebih cepat. Setidaknya, tiga jalan tol di Pasuruan, dapat dimanfaatkan untuk arus mudik lebaran.

Dorongan dan keinginan itu disampaikan Ketua Tim Percepatan Pembangunan Infrastruktur Strategis Nasional di Kabupaten Pasuruan, Agus Sutiadji, saat ditemui di kantronya, Kamis (5/4/2018). Simak Selengkapnya.

  1. Gesitnya Begal asal Pacarkeling ini, Hingga Tertangkap saat Hendak Tonton Sepakbola

Pasuruan (wartabromo.com) – Satreskrim Polres Pasuruan, sepertinya harus berpeluh basah, menangkap begal satu ini. Setelah setahun melakukan pengejaran, polisi akhirnya pergoki dan mengamankannya, saat menuju Probolinggo, hendak tonton sepakbola.

Begal itu bernama Jaka Kelana (23), warga Desa Pacarkeling, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan. Polisi membutuhkan waktu satu tahun untuk menangkap pemuda yang telah jadi momok di tengah masyarakat selama ini. Simak Selengkapnya.

  1. 940 Ton Sampah Timbun Pasuruan Setiap Hari, DLH Andalkan TPS 3R

Pasuruan (wartabromo.com) – Sebanyak 940 ton (4.700 m³) sampah rumah tangga di Kabupaten Pasuruan menggunung, tidak sebanding dengan kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA), yang miliki kapasitas 240 ton (1.200 m³). Untuk atasinya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan bakal andalkan TPS 3R (tempat pembuangan sementara model reuse-recycle dan reduce).

Kepala DLH Kabupaten Pasuruan, Muchaimin menjelaskan, TPS 3R merupakan bagian dari solusi untuk mengatasi menggunungnya sampah. Saat ini, TPS 3R baru ada sebanyak 36 lokasi, tersebar di sejumlah tempat. Simak Selengkapnya.

 

Sumbang 70% Ekspor Jagung Nasional, Pasuruan dapat Bantuan 108 Ton Bibit

Ibu Anak asal Gratitunon Tenggelam di Danau Ranu