13:57 - Rabu, 23 Mei 2018
Jumat, 27 April 2018 | 15:52

Ingin Cepat Dapat Momongan? Ini Resepnya

Bagi yang baru saja menikah, memiliki momongan tentunya menjadi target yang selalu diinginkan. Ada yang menginginkannya sesegera mungkin ada juga yang menunggu hingga waktu yang tepat.

Nah, bagi yang menginginkannya dengan segera, salah satu cara paling efektif adalah dengan melakukan hubungan suami istri tepat di masa subur sang istri. Jika dilakukan tepat pada fase ovulasi, tentu kesempatan sang istri untuk hamil menjadi jauh lebih besar.

Lalu, bagaimana sih cara hitung masa subur yang tepat?

 

Ketahui jadwal menstruasi Anda

Dengan mengetahui jadwal menstruasi secara pasti setiap bulannya menjadi patokan utama bagi sang istri untuk mengetahui masa subur Anda. Biasanya, menstruasi akan terjadi selama 28 hingga 32 hari untuk setiap siklusnya.

Selama masih mengalami menstruasi, maka seorang wanita masih memilki kesempatan untuk mengandung janin. Jadi, catatlah tanggal rutin menstruasi setiap bulannya.

 

Perkirakan masa subur Anda

Penting untuk diketahui kalau perempuan dengan siklus menstruasi 28 hari memiliki masa subur pada hari ke-12 hingga hari ke-15 setelah hari pertama menstrusi. Lebih spesifik lagi, ovulasi diperkirakan akan terjadi di hari ke 14 sejak tanggal pertama Anda menstruasi.

Di masa subur, kemungkinan besar sel telur telah matang dan dilepaskan menuju tuba falopi, sehingga siap untuk dibuahi oleh sperma. Selama masa subur tersebut, Anda dan pasangan disarankan untuk melakukan hubungan seksual secara intens, guna memperbesar kesempatan terjadinya kehamilan.

Namun, perlu diingat, bahwa meskipun seringkali akurat, perhitungan ini tetap belum pasti. Jangan ragu untuk mencoba perhitungannya menggunakan kalkulator masa subur yang bisa Anda dapatkan rumusnya dari internet!

 

Kenali tanda-tanda ovulasi

Selain dengan memperkirakan masa ovulasi melalui perhitungan di atas, Anda juga dapat mengenali gejala-gejala terjadinya ovulasi. Pada masa ini, biasanya Miss V menjadi lebih basah dan licin dibandingkan biasanya. Hal ini terjadi karena adanya cairan yang dikeluarkan oleh leher rahim agar memudahkan sel sperma untuk mencapai sel telur.

Tak hanya itu, hormon progesteron yang diproduksi tubuh saat berovulasi juga akan meningkatkan suhu tubuh hingga 0,5 derajat Celcius. Sebaiknya lakukan hubungan seksual secara rutin sebelum suhu tubuh meningkat.

Posisi serviks juga harus diamati. Pasalnya, ketika berovulasi, serviks akan menjadi lebih lembut dan mudah terbuka. Cek hal ini dengan memasukkan salah satu jari ke dalam Miss V untuk memastikan perubahannya menjadi lebih lembut.

 

Buatlah jadwal masa subur

Cara hitung masa subur yang terakhir adalah dengan membuat jadwal pribadi. Setelah mengetahui cara perhitungan dan tanda-tandanya, maka Anda akan dapat membuat jadwal masa subur dengan teknik berikut :

  • Tandai tanggal hari pertama dan terakhir Anda menstruasi di kalender,
  • Lingkari hari ketujuh setelah menstruasi, yang merupakan hari pertama masa subur Anda,
  • Lalu tandai pula 12 – 14 hari sesudahnya, karena itulah selama itulah masa subur Anda akan berlangsung,

Dengan mengikuti jadwal tersebut, sebaikmya untuk berhubungan suami istri dengan pasangan secara rutin agar memperbesar kemungkinan kehamilan tercapai.

 

Nah, itulah beberapa cara menghitung masa subur yang harus Anda ketahui jika sudah tidak sabar untuk segera mendapatkan momongan. Jangan lupa untuk menjaga kesehatan dan kondisi tubuh sang istri dengan membaca beragam info sehat agar proses kehamilan hingga persalinan berjalan lancar. Semoga bermanfaat!

Source partner : Go-Dok

Pemdes Asembagus Jemput Bahi, TKI Probolinggo Terlantar di Malaysia

Kurang Maksimal, Walikota Probolinggo Minta CSR Perbankan Ditingkatkan