Elektabilitas Calon di Pilwali Probolinggo Dibawah 30 Persen

0
204

Probolinggo (wartabromo.com) – Lembaga survei Social and Education Center (SEC) Probolinggo, ungkap tingkat keterpilihan atau elektabilitas Calon Walikota dan Wakil Walikota Probolinggo dalam Pilkada 2018, dibawah 30 persen. Secara umum keempat pasangan calon, bisa dikatakan memiliki peluang untuk dipilih, memimpin masyarakat Kota Probolinggo.

Survei menunjukkan paslon nomor urut 4, Hadi Zainal Abidin – Muhammad Soufis Subri (handal-brilian), menjadi paslon paling tinggi elektabilitasya, yakni sebesar 29,9 persen. Kemudian berturut-turut ada Paslon nomor urut 2 Fernanda Zulkarnain – Zulfikar Imawan (sang tretan) sebesar 24,3 persen; Paslon nomor urut 3 Samsu Alam – Kulup Widyono (alamku), sebanyak 3,0 persen. Yang paling buncit adalah paslon dari jalur independen, nomor urut 1, Suwito-Fery Rahyuwono (wi-fy) sebesar 1,0 persen.

Dari hasil survei diatas, total ada 58,2 persen warga yang sudah menentukan pilihan. Namun, masih ada 41,8 persen warga yang belum menentukan pilihan. Mereka merupakan pemilih rasional yang tidak berafiliasi pada parpol atau tokoh tertentu. Dengan begitu paslon dan tim pemenangan harus bekerja ekstra keras untuk menggaet pemilih tidak loyal atau swing voter tersebut.

“Sangat rawan bagi paslon karena suara mengambang masih cukup tinggi. Tim pemenangan harus jeli dan mampu menyakinkan mereka untuk memilih paslonnya. Sebab, mereka adalah pemilih rasional dan cerdas,” ujar peneliti ahli lembaga SEC Probolinggo, Ilyas Rolis, kemarin.

Ilyas menuturkan, survei itu dilakukan pada 31 Maret hingga 07 April 2018. SEC menggunakan metode multi stage random sampling dengan 400 orang responden dengan margin eror sebesar 4,89. Sementara tingkat kepercayaan 95 persen.

Data tersebut diperoleh dengan wawancara langsung, melalui instrumen kuisioner.
Dari sejumlah responden itu, ada pemilih yang belum menyatakan pilihan atau undericed voters sebesar 26 persen.

“Besar kemungkinan saat Ini, elektabilitas paslon berubah. Karena survei Ini, dilaksanakan sebelum adanya debat publik dan kampanye terbuka paslon,” kata Ilyas.

Mengingat masa kampanye masih berlangsung, SEC Probolinggo akan kembali melakukan survei serupa. Sebagai upaya pendalaman, untuk mengetahui pola pemilih di Kota Probolinggo. (lai/saw)