Merajut Kebhinekaan, Yusuf Mansyur Ceramahi Polisi

0
67

Probolinggo (wartabromo.com) – Upaya radikalisasi telah berlangsung secara masif di Indonesia. Untuk itu ustadz Yusuf Mansyur berharap polisi sebagai garda terdepan keamanan terus menerus berusaha merajut kebhinekaan. Hal itu diungkapkannya saat tampil dalam Tabligh Akbar di halaman belakang Mapolres Probolinggo, Senin (21/5/2018) sore.

Di hadapan polisi, TNI, PNS, kiai dan santri dari beberapa pondok pesantren di Kabupaten Probolinggo, ustadz asal Jakarta itu, mengungkapkan radikalisasi saat ini berkembang masif di Indonesia. Menurut dia, saat ini banyak sekali kelompok yang ingin melakukan pemecahan belah warga Indonesia.
Dia mencontohkan aksi terorisme, radikalisme, peredaran narkoba, dan penyebaran berita hoax atau palsu. Dia meyakinkan bahwa warga negara Indonesia tidak ingin terpecah belah karena ulah provokator tersebut.

‘’Tentunya semua harus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Selain itu, warga jangan mudah diadu domba pada saat pelaksanaan pilbup dan pilgub. Mari kita aenantiasa berdoa agar pilkada berjalan damai dan tenang, aksi-akso terorisme segera diberantas oleh aparat keamanan,” katanya di depan para jamaah yang hadir.

Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad menuturkan Tabligh Akbar Polres Probolinggo Bersholawat Cipta Situasi Aman dan Damai, diadakan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara Ke 72. Pihaknya mengundang tokoh Forkopimda, tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta santri.

Ia mengatakan pesan yang ingin disampaikan adalah bagaimana Pilgub Jawa Timur dan Pilbup Probolinggo nanti berjalan aman dan damai. Upaya itu membutuhkan komitmen dari semua elemen masyarakat Kabupaten Probolinggo.

‘’Saya harap, meskipun tidak sama pilihan, jangan sampai tidak menyapa hingga yang lainnya. Karena kami tidak dapat berdiri sendiri, maka kami berharap dukungan dan kerja sama semua elemen masyarat sehingga bisa bersinergi dengan Polri,” ujar Kapolres Probolinggo, AKBP Fadly Samad. (saw/saw)