Warga Madura di Probolinggo Pilih Perahu Untuk Mudik

0
65


Probolinggo (wartabromo.com) – Lebaran menjadi pilihan bagi warga Madura yang merantau di Probolinggo untuk kembali ke kampung halamannya. Untuk mudik mereka lebih memilih menggunakan perahu dibandingkan transportasi darat.

Sejak H-7 pelabuhan Tanjung Tembaga Mayangan, Kota Probolinggo sudah dipenuhi oleh pemudik asal Pulau Madura. Rata-rata para pemudik ini berasal dari Pulau Kambing Kabupaten Sampang. Mereka mudik dengan menggunakan perahu nelayan pencari ikan, ada pula yang menggunakan kapal motor angkutan barang. Perahu motor itu rata-rata bisa mengangkut 50 orang penumpang.

Warga lebih suka menggunakan angkutan laut karena lebih hemat dari segi ongkos. Untuk perjalanan selama 6 jam dari Probolinggo ke Sampang, pemudik hanya merogoh kocek Rp 10 ribu. Jika mereka membawa barang bawaan seperti sepeda motor, perabotan rumah tangga, pakaian dan kebutuhan lainnya, cukup membayar Rp 30 ribu.

Sementara jika menggunakan moda transportasi darat, setidaknya mereka harus menyediakan Rp. 80 ribu untuk tiket bus. Itupun memakan waktu sekitar 7 jam dengan catatan tidak mengalami macet di jalan raya. Jika macet dipastikan mereka akan lebih lama di perjalanan.

“Ongkosnya murah, kalau lewat darat tidak mungkin segitu ongkosnya, apa lagi barangnya banyak, mesti mahal ongkosnya. Selain itu bebas macet kalau lewat di lautan,” ujar Mohamad Fades, warga Pulau Kambing Kabupaten Sampang, Rabu (13/6/2018).

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Solehuddin. Pria yang berjualan sate Ini, mengaku memang tidak semua warga Madura yang mudik lewat di lautan. Ada juga sebagian yang naik angkutan darat via jembatan Suramadu. Namun, kata dia, kebanyakan lebih memilih naik perahu melalui pelabuhan Probolinggo.

“Kalau dari desa kami kebanyakan lewat laut karena langsung bersandar di pulau kami. Kalau lewat darat masih oper lagi di Sampang untuk menuju desa kami. Jadi kalau pakai perahu lebih praktis dan lebih cepat,” terang Solehuddin.

Pada musim mudik Lebaran, menjadi momen para pemilik perahu dari Madura untuk meraup rejeki. Perahu mereka laris manis karena banyak warga, mudik menggunakan transportasi perahu karena ongkosnya terjangkau. (fng/saw)