Ada 1.201 CJH Kabupaten Pasuruan, 94 Diantaranya Mutasi Keluar

0
21

Pasuruan (wartabromo.com) – Tahun ini, sebanyak 1.201 Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Pasuruan dipastikan berangkat haji. Hanya saja, dari jumlah tersebut, 94 jamaah memutuskan mutasi berangkat ke tanah suci, melalui daerah di luar Kabupaten Pasuruan.

Hal tersebut disampaikan Imron Muhadi, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh pada Kantor Kementerian Agama, saat dihubungi via telepon, Kamis (14/06/2018).

Menurutnya, mutasi para CJH adalah hal wajar dan biasa terjadi pada saat menjelang pemberangkatan ibadah haji. Alasannya pun bermacam-macam, diantaranya ikut dengan keluarga, pindah KTP, atau alasan pribadi yang merupakan hak setiap jamaah. Ke-94 CJH itu mutasi, diantaranya ke Kota Pasuruan, Malang, Surabaya, Kediri, Sidoarjo, Nganjuk, Gresik, Trenggalek dan Jember.

“Setiap CJH memiliki wewenang untuk mutasi ke daerah lain. Karena kami selaku panitia pelaksana hanya bisa melayani dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Ditambahkan Imron, puluhan jamaah yang mutasi keluar tersebut diketahui dari data pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) tahap 1 dan tahap 2 lalu. Selain mutasi keluar, ada pula 24 CJH dari Malang, Surabaya, Kota Pasuruan, Sidoarjo dan Probolinggo yang mutasi masuk dan berangkat dari Kabupaten Pasuruan.

“Ada 24 CJH dari daerah lain yang ikut bergabung bersama kita, dan kita pun sangat welcome,” singkatnya.

Permintaan mutasi ini sudah terjadi sejak pelunasan dan konfirmasi ke Kemenag Kabupaten Pasuruan. Setelah itu, Kemenag pun melaporkan ke Kemenag Pusat untuk dipindah tempat keberangkatan. Imron mengatakan mutasi ini dilakukan, lantaran tempat saat pertama mendaftar dan lokasi kediaman jemaah haji saat ini tidak sama.

“Ada yang karena pindah seperti menikah atau bekerja sehingga sudah pindah di tempat lain. Sehingga mereka meminta untuk berangkat dari tempat baru,” beber dia. (mil/ono)