Arus Balik di Probolinggo Sempat Terganggu Kegiatan Sumbangan Tempat Ibadah

0
101

Probolinggo (wartabromo.com) – Arus balik pada musim mudik Hari Raya Idul Fitri 1439 H, arah Banyuwangi-Surabaya via jalur selatan Probolinggo sangat padat. Agar jalur mudik lancar, petugas tertibkan kegiatan penarikan sumbangan untuk musala, di Desa Malasan Kulon, Kecamatan Leces.

Dari pantauan wartabromo.com, arus mudik Banyuwangi-Surabaya via jalur selatan, pada Selasa (19/6/2018) siang, terpantau padat dengan kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat. Jalur sempit sejak dari ruas Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang hingga Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo berpotensi menimbulkan kemacetan panjang.

Arus lalu lintas jalan raya Lumajang-Probolinggo, mulai merayap sejak memasuki wilayah Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan.
Terutama sekitar perlintasan kereta api di Desa Malasan Kulon, Kecamatan Leces. Selain perlintasan sepur, adanya penarikan amal jariyah untuk pembangunan masjid atau musala juga berpotensi menimbulkan kemacetan panjang. Kecepatan rata-rata pennguna jalan pun tak lebih dari 30 kilometer perjam. Penyebabnya tak lain oleh volume kendaraan yang meningkat.

“Sempat ada penarikan amal untuk pembangunan musala oleh warga di ruas ini. Sehingga laju kendaraan terhambat. Agar jalur mudik menjadi lancar, anggota yang bertugas di lapangan kemudian meminta kepada warga untuk memindahkan posisi stan amal ke pinggir jalan,” ujar Kepala Pos Pam Leces Ipda Siswandi, Selasa (19/6/2018).

Ipda Siswandi menuturkan, upaya anggota untuk menertibkan kegiatan amal itu sebenarnya terjadi pada H+2 atau pada Minggu (17/6/2018). Waktu itu, sekitar 15 warga melakukan penarikan amal untuk pembangunan musala di tengah-tengah median jalan. Caranya dengan memberikan ruang pembatas jalan seadanya untuk menarik sumbangan pengguna jalan. Mereka memanfaatkan ramainya arus mudik untuk mendapatkan tambahan dana.

Namun, sayangnya kegiatan itu membuat arus menjadi terhambat, karena bersamaan dengan meningkatnya volume kendaraan. Sehingga 2 petugas yang mengendarai Mobil Patroli 801 Leces mendatangi lokasi. Jarak yang tak sampai 3 kilometer itu, harus ditempuh dengan waktu hampir 30 menit untuk sampai ke lokasi.

“Awalnya warga tidak mau menuruti saran dari anggota untuk meminggirkan stan amalnya. Tetapi setelah melalui pendekatan-pendekatan secara kekeluargaan, akhirnya warga juga sadar bahwa pengguna jalan juga punya hak untuk menggunakan jalan raya dengan lancar. Akhirnya disepakati untuk pembatas jalan diturunkan ke bahu jalan dan penarikan amal dilakukan dari tepi jalan,” ujar pria yang juga KBO Satlantas Polres Probolinggo ini.

Dengan menepinya kegiatan penarikan amal di Desa Malasan Kulon tersebut, ternyata cukup efektif memperlancar arus dari selatan ke utara dan sebaliknya. (saw/saw)