Masih Dikaji, Sendang Manikrejo Belum Diputuskan Jadi Situs Sejarah

0
285

Pasuruan (wartabromo.com) – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan terus mengkaji Sendang (Pertitaan) Manikrejo, di Dusun Sendang, Desa Manikrejo, Kecamatan Rejoso. Hal ini untuk memastikan sendang tersebut merupakan warisan peninggalan bersejarah.

Salah satunya dengan mengajak Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Pasuruan dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Mojokerto ke Sendang itu, Rabu (18/7/2018).

Nugroho, Perwakilan KPCB Mojokerto menilai, Sendang Manikrejo memiliki banyak ciri sebagai situs peninggalan bersejarah. Hal tersebut dapat dilihat mulai dari struktur sendang, material yang dibuat, hingga hiasan maupun nuansa di sekitar sendang itu sendiri.

“Butuh waktu yang tidak sedikit untuk bisa memastikan sekaligus menetapkan Sendang Manikrejo sebagai warisan peninggalan bersejarah. Yang jelas, kalau dilihat dari kasat mata memang bukan buatan manusia jaman sekarang. Itu sudah terbentuk lama, contohnya saja dari batu bata yang tersusun di sekitar sendang yang ukurannya besar, belum lagi struktural bangunan sendang sangat persis dengan sendang-sendang yang dibangun pada jaman kerajaan dulu,” tegasnya.

Sementara itu, Nurul Hudayati, Kabid Seni dan Budaya Disparbud Kabupaten Pasuruan mengatakan, sebelum kunjungan ke lokasi sendang, seluruh tim melakukan rapat koordinasi (rakor) dengan berbagai pihak, termasuk warga sekitar.

“Setelah kita kuras beberapa waktu lalu, kita datang lagi untuk bertemu dengan warga supaya mereka mengetahui bahwa kita serius untuk mengembangakan sendang ini menjadi daya tarik pariwisata baru di Kabupaten Pasuruan,” jelasnya.

Hanya saja, dalam rapat kordinasi yang digelar di balai desa setempat, Nurul mengungkap ada beberapa warga sempat menolak dengan keras rencana Disparbud Kabupaten Pasuruan untuk mengembangkan sendang itu. Alasannya, karena masih tingginya magnet mistis di sekitar lokasi tersebut, yang dipercaya dan ditakutkan akan berdampak buruk pada warga sekitar.

“Dulu sebelum ditemukan, Sendang Manikrejo ini sering didatangi warga, terutama untuk mereka yang suka bermain togel. Alhamdulillah, karena niatnya kami tulus untuk bisa menjaga peninggalan sejarah ini, sehingga meskipun ada yang menolak keras, tapi endingnya semua menerima, jadi kita akan kembali melakukan pertemuan dengan warga supaya lega,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sebuah petirtaan (sendang) atau kolam pemandian kuno berukuran 8 x 12 meter dan 10 x 20 meter dan membentuk angka 10 serta dikelilingi sekitar 23 pohon gayam berdiameter rata-rata 1 meteran, ditemukan di tengah persawahan yang tak jauh dari pemukiman warga. Tak jelas kapan mulai diketahuinya sendang tersebut, sehingga Pemkab Pasuruan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) langsung melakukan penelusuran, untuk memastikan tempat tersebut sebagai situs bersejarah asli Kabupaten Pasuruan. (mil/may)