Awas! Tukang Gendam Gentayangan di Pasar Semampir

0
9078
Seorang pedagang jadi korban gendam. Pedagang pasar Semampir Probolinggo, kini dicemaskan dengan maraknya aksi gendam. 

Probolinggo (wartabromo.com) – Pedagang pasar tradisional Semampir Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo kian resah. Setelah teror maling, kini muncul teror gendam (hipnotis) terhadap pedagang.

Sejumlah pedagang pasar menyebut, aksi gendam dalam sehari ini sudah mencapai 3 orang. Kerugian pun terbilang tak main-main, mencapai puluhan juta rupiah.

Mereka yang menjadi korban salah satunya adalah Rukayah (68), warga Kelurahan Semampir. Wanita yang berjualan sembako di toko pracangannya itu, harus merelakan 6 buah cincin emasnya seberat 16 gram. Perhiasan kesayangan itu hilang digondol orang tak kenal.

Ceritanya, sekitar pukul 05.00 WIB, Rukayah hendak membuka toko miliknya. Namun seorang pria muda berbadan tegap tiba-tiba menghampiri. Pemuda tak dikenal itu, menginformasikan, Rukayah dipanggil kyai. Dengan nada meyakinkan, pemuda itu mengatakan Rukayah ditunggu oleh kyai di dalam mobil yang berada di depan pasar.

Ia langsung percaya dan mengikuti pemuda itu menuju lokasi mobil. Pagi itu, ia menduga yang menunggunya adalah KH. Munir Cholili, Ketua MUI Kabupaten Probolinggo, yang masih familinya.

Singkatnya, ia sampai di mobil dan diminta masuk oleh kyai yang mengaku bisa menyembuhkan penyakitnya.

“Ngakunya dari Jember, di dalam mobil ada dua orang,” tutur Rukayah, Selasa (24/7/2018).

Setelah itu, mereka meminta 6 buah cincin emasnya seberat 16 gram, yang melingkar di jarinya. Tanpa disadarinya, ia menurut saja dan melepas cincin itu. Yang kemudian dimasukkan dalam tisue dan kantung kresek. “Menurut pria yang mengaku kyai tersebut, bungkusan tersebut harus dicelupkan dalam air masjid agar bisa digunakan mengobati penyakit,” katanya.

Setelah berhasil memperdaya Rukayah, 3 orang pria tersebut pergi dengan mengendarai mobil jenis MPV putih. Saat dibuka di dalam pasar, ternayata dalam kantung kresek tersebut adalah satu butir kapur barus dan 1 keping uang Rp 200. Tentu saja, Rukayah syok dengan kejadian itu. Ia kemudian pulang ke rumahnya yang hanya berjarak sekitar kurang lebih 200 meter dari pasar.

“Mereka bertiga, satu orang yang mendatangi saya. Dua lainnya sebaga kyai dan sopirnya. Mereka langsung pergi, tanpa saya sadari telah ditipu oleh mereka,” ujar Rukayah.

Ternyata tak hanya Rukayah, dua pedagang Semampir juga menjadi korban gendam. Mereka adalah Bu Parto, yang kehilangan kalung dan liontin emasnya, juga uang. Serta Bu Titin yang kehilangan anting-anting. Modusnya sama, yakni mereka didatangi orang dan mengajaknya bertemu dengan kyai.

Kasus ini tengah ditangani oleh Polsek Kraksaan dengan memeriksa sejumlah saksi-saksi. “Masih dalam proses penyelidikan. Kami juga menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan tidak menggunakan perhiasan yang berlebihan. Sehingga bisa mengundang penjahat datang,” kata Kapolsek Kraksaan, Kompol Djoko Jowono. (cho/saw)