1.583 Janda Pasuruan Akan Mendapat Bantuan dari Pemprov Jatim

0
1513
KRTP Desa Toyaning, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Foto diambil saat klarifikasi kelayakan sasaran Tahun 2018. Mothercare untuk WartaBromo

Pasuruan (wartabromo.com) – 1.583 Janda di 47 Desa wilayah Kabupaten Pasuruan akan mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ribuan janda itu disasar, setelah diketahui menjadi satu-satunya tulang punggung rumah tangga.

Janda yang bisa disebut Kepala Rumah Tangga Perempuan (KRTP) itu, dinilai rentan dan menjadi bagian penting dalam upaya penyelesaian sosial terangkum dalam program Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan (PFK) Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera (Jalin Matra).

Koordinator Motherchare Pasuruan, Vita Suci Rahayu menjelaskan, 1.583 janda itu akan menerima bantuan masing-masing senilai Rp 2,5 juta, diberikan 90% berupa barang sesuai usulan kebutuhan usaha dan 10% diperuntukkan kebutuhan paket sembako.

“Program ini mampu menjawab tantangan pembangunan. Mendorong persamaan gender dan mengurangi angka kemiskinan yang didominasi oleh Kepala Rumah Tangga Perempuan,” ujar Vita, Selasa (14/8/2018).

Dilanjutkan Vita, tahun ini jumlah desa yang mendapatkan alokasi bantuan dari Dana APBD Propinsi Jatim itu bertambah menjadi sebanyak 47 desa. Bahkan disebutkan jumlah janda yang disasar juga meningkat, sebanyak 1.583 janda.

“Tahun 2017 ada 1790 sasaran,” imbuhnya.

Sekedar diketahui, PFK Jalin Matra digulirkan sejak 2014 di seluruh Kabupaten di Jawa Timur. Sedangkan di Kabupaten Pasuruan, Mothercare mencatat, sudah ada 4.363 janda yang mendapatkan bantuan sosial ini. Ditegaskan, program ini menyasar seorang perempuan yang menjalankan fungsi sosial maupun ekonomi sebagai kepala rumah tangga, sehingga menjadi satu-satunya tulang punggung untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Ada situs mothercharejatim.id, dapat dimanfaatkan sebagai wadah jejaring usaha untuk mempromosikan produksinya, membangun empati masyarakat dengan menyajikan profil-profil inspiratif para KRTP. Harapannya dapat menggugah publik untuk berempati,” pungkasnya. (ono/ono)