Jadi Kontroversi saat Pawai Kemerdekaan, TK Kartika V-69 Dapat Bantuan Pendidikan

0
1088
Ketua Persit Cabang XXXV/0820 Probolinggo, Yuliana Tungga Dewi, didampingi sejumlah guru TK Kartika V-69, Minggu (19/8/2018).

Probolinggo (wartabromo.com) – TK Kartika V-69 mendapat bantuan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. Bantuan pendidikan sebesar Rp 25 juta untuk pengembangan tetap diserahkan, meski lembaga ini telah memunculkan kontroversi melalui pawai di hari kemerdekaan.

Di akhir kunjungan di Kota Probolinggo, Mendikbud Muhadjir, menyempatkan diri meninjau TK Kartika V-69 di komplek markas Kodim 0820 Probolinggo.

Bantuan kemudian diberikan. Uang tunai sebesar Rp 25 juta diserahkan untuk lembaga pendidikan yang mempunyai 58 siswa naungan Kodim Probolinggo itu.

Bantuan pendidikan, selanjutnya diharapkan dapat digunakan untuk pengembangan sekolah, setidaknya sebagai stimulasi penambahan siswa.

“Dengan kondisi ini, sebenarnya lembaga ini mampu menampung sekitar 100 anak didik. Bantuan yang kami berikan, semoga dapat dipergunakan dengan baik, kususnya untuk anak yang kurang mampu,” ujarnya seusai memberikan bantuan, Minggu (19/8/2018) petang.

Ketua Persit Cabang XXXV/0820 Probolinggo, Yuliana Tungga Dewi, mengaku bersyukur dengan bantuan dari Mendikbud. “Insyaallah dana yang diberikan bapak menteri akan kami pergunakan dengan sebaik-baiknya, salah satunya lagi seperti yang diamanahkan beliau adalah mencari siswa yang tidak mampu untuk diberikan pendidikan di Kartika ini,” ujarnya.

Menanggapi peristiwa pawai TK-nya yang  menuai pro kontra, selaku Pembina Yayasan Kartika, Yuliana menyampaikan permohonan maafnya ke publik. Ia mengakui beberapa waktu terakhir, komunikasi dengan pihak sekolah cukup lemah, sehingga terjadi peristiwa kontroversi di hari kemerdekaan.

“Kami meminta maaf atas kejadian ini. Kebelakangnya kami akan lebih berhati-hati dan akan memperbaikinya. Tidak ada niatan dari kami untuk menanamkan faham yang menyimpang,” tutur istri Dandim 0820 Probolinggo, Letkol (kav) Depri Rio Saransi tersebut.

Dengan kunjungan Mendikbud dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait, diharapkan kontroversi pawai itu reda. Sebab, tak ada kesengajaan untuk menciptakan polemik di tengah masyarakat, lebih-lebih menanamkan bibit radikalisme ke anak usia dini. (fng/saw)