Nenek asal Bantaran Terpanggang Sampah Yang Dibakarnya

0
735

Probolinggo (wartabromo.com) – Sungguh tragis nasib Biami (70), warga Dusun Alas Kluang, Desa Legundi, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo. Ia tewas terpanggang api dari sampah yang dibakarnya pada Selasa (19/92018).

Informasi yang didapat wartabromo.com, menjelang petang hari, Biami membawa pupuk menuju ladang miliknya. Melihat tumpukan guguran daun bambu mengering, ia pun membakarnya. Ternyata kencangnya angin, membuat sampah kering itu menghasilkan api yang beringas.

Melihat kobaran api yang cepat membakar sampah, Biami panik. Ia pun berusaha memadamkan kobaran api dengan alat seadanya. Tanpa disadarinya, korban kemudian terperosok ke dalam jurang sedalam 5 meter. Nahasnya, kobaran api yang membakar tumpukan dedaunan, merembet ke tempat jatuhnya korban.

Akibatnya, wanita renta ini tak dapat menyelamatkan diri. Biami pun tewas terpanggang api yang dibuatnya.
Jasad korban baru ditemukan beberapa saat setelah kejadian oleh Mat Yasin, tetangganya.

“Waktu itu saya melihat ada api di sekitar ladang saya. Karena khawatir merembet, maka sya padamkan dengan sapu lidi,” ungkapnya.

Matyasin makin kaget, ketika menemukan jasad Biami sudah hangus di dasar jurang tak jauh dari lokasi kebakaran. Baju yang dikenakan Biami, sudah hangus terbakar. Berikut dengan semak belukar dan sampah kering di sekitar korban.

“Waktu saya temukan, dia sudah meninggal dunia,” terang Mat Yasin.

Berdasarkan penuturan warga setempat dan hasil olahan TKP, Kepolisian menyimpulkan kejadian tragis ini murni karena kecelakaan yang dialami korban. Sebab, pada tubuh korban tidak ditemukan bekas-berkas penganiayaan. Di TKP, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya korek api, karung warna putih dan baju lansia yang terbakar.

“Berdasarkan hasil lidik, kematian korban akibat kelalaian korban. Dimana korban yanh sudah sepuh ini membakar sampah, namun malah membahayakan dirinya. Jasad korban sudah dibawa keluarganya untuk dimakamkan secara layak,” kata Kapolsek Bantaran, Iptu Jamhari. (lai/saw)