Polresta Probolinggo Didemo Warga

0
404
Massa "Ngamuk" dan berdemo di Polresta Probolinggo.

Probolinggo (wartabromo.com) – Cipta kondisi menjelang perhelatan akbar pemilu 2019 terus diupayakan oleh Polresta Probolinggo. Salah satunya dengan simulasi pengamanan pelaksanaan Pileg-Pilpres yang rawan konflik.

Dalam simulasi itu, pemilih berdatangan tempat pemungutan suara (TPS) yang disediakan dalam pemilu. Usai pencoblosan, warga yang menduga ada kecurangan saat penghitungan surat suara, tiba-tiba membuat gaduh. Sebab, salah satu saksi menduga Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) melakukan kecurangan.

Tentu saja, kegaduhan itu memantik massa berdatangan. Situasi pun memanas dan nyaris tidak terkendali. Beruntung dalam suasana genting, anggota kepolisian melakukan pengamanan dengan membawa kotak surat suara yang ada di tempat tersebut.

Sayang aksi itu membuat warga semakin kecewa. Dalam sekejab, ratusan warga kemudian berkumpul dan mendatangi kantor KPU setempat. Mereka memaksa masuk ke dalam kantor untuk menemui Komisioner KPU. Upaya itu mendapat pertentangan dari pihak keamanan, karena tidak ada ijin sebelumnya.

Upaya mediasi yang tak berbuah hasil, membuat pendemo kalap. Massa mulai beringas, terlihat adanya lemparan barang kepada petugas termasuk melakukan aksi pembakaran. Sehingga petugas pengamanan langsung melakukan penyemprotan massa dengan watercanon.

Selain itu, untuk membubarkan kerumunan massa tersebut, akhinya menembakkan gas air mata. Pada akhirnya massa bisa dibubarkan. Polisi juga berhasil mengamankan provokator yang dinilai menjadi biang kerusuhan.

“Ini merupakan bentuk pra pengamanan untuk Pileg-Pilpres 2019. Upaya ini dilakukan untuk memberikan sosialisasi dan pamahaman kepada masyarakat tentang pemilu 2019 mendatang. Karena bagi kami, pelaksanan pileg- Pilpres 2019 aman dan kondusif adalah harga mati, ” kata Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal.

Pileg di Kota Probolinggo sendiri diikuti oleh 315 Caleg. Sedangkan untuk pengamanannya, Polresta Probolinggo menyiagakan 341 personel.

“Mereka akan ditugaskan di semua tingkatan baik di kelurahan, kecamatan sampai dengan kota,” tandas pria asal Sumenep, Madura ini. (fng/saw)