Duh! Ada Peningkatan Jumlah Kematian Ibu dan Bayi di Kota Pasuruan

0
138
Ilustrasi ibu dan bayi. Foto: Hello Sehat.

Pasuruan (wartabromo.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuran catat 6 kasus kematian ibu dan 13 kasus kematian bayi sepanjang tahun 2018. Jumlah kematian ibu dan bayi ini meningkat dari tahun sebelumnya.

Riza Khoiriyah, Kepala Sie Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Kota Pasuruan, mengungkapkan, sepanjang tahun 2018 hingga bulan Agustus, sudah tercatat 6 ibu meninggal.

Jumlah ini terdiri atas ibu hamil sebanyak 2 kasus, salah satu mengalami HPP (Pendarahan lebih dari 500-600 ml dalam 24 jam pasca anak lahir), dan yang lain mengalami PEB (komplikasi kehamilan yang ditandai timbulnya hipertensi).

Selanjutnya, ada 1 kasus kematian ibu bersalin, yang disebabkan oleh Emboli atau lebih dikenal dengan terhambatnya aliran darah akibat darah beku atau udara.

Kemudian, 3 kasus ibu nifas meninggal akibat TBC abses paru-paru, infeksi dan PEB

“Jumlah ini semakin jauh dari target maksimal jumlah kematian Ibu yang sebesar 3 kasus,” jelas Riza, Jumat (12/10/2018).

Selain jumlah kematian Ibu, kematian bayi di Kota Pasuruan juga menjadi perhatian Dinkes Kota Pasuruan.

Dalam Laporannya, Dinkes mencatat 13 kasus kematian bayi di Kota Pasuruan. Jumlah ini tersebar di 4 kecamatan, diantaranya Kecamatan Gadingrejo ada 7 kasus, Kecamatan Panggungrejo 3 kasus, Kecamatan Bugul Kidul terdapat 2 kasus dan Kecamatan Purworejo tercatat 1 kasus.

Menurut Riza, meskipun jauh dari jumlah maksimal dalam Rencana Strategis Kota, 25 kasus, angka ini dinlai cukup tinggi.

“Dari tahun lalu (2017), jumlahnya turun, semoga saja tidak bertambah lagi,” tambahnya.

Seperti diwartakan sebelumnya, jumlah kematian ibu ada 5 kasus dan kematian bayi sebanyak 14 kasus. Jumlah ini terbilang tinggi, terangkum dalam Laporan Kematian Ibu dan Bayi Dinkes tahun 2017. (trl/ono)