Pembunuhan di Jembatan Sariwani Dilatarbelakangi Cemburu Asmara

0
1871
Kamaludin saat digelandang petugas di Mapolres Probolinggo.

Probolinggo (wartabromo.com) – Kasus pembunuhan Ahmad Arifin (16), warga Desa Sapih, Kecamatan Lumbang oleh 2 rekannya, dilatarbelakangi asmara. Pelaku cemburu hingga muncul dendam, mengetahui kekasihnya pernah dekat dengan korban.

Jauh sebelum terjadinya pembunuhan, pelaku bernama Kamaludin itu, pernah melihat korban meremas payudara pacarnya. “Padahal, saat itu ada saya. Kenapa dia tega melakukan itu, padahal kami berteman,” ujarnya dalam bahasa Jawa, di Mapolres Probolinggo, Sabtu (13/10/2018).

Meski begitu, Kamaludin tak langsung menunjukkan sikap marah ke korban. Rasa cemburu, ia simpan di hati. Pasca peristiwa peremasan payudara itu, pelaku kemudian mencecar sejumlah pertanyaan kepada si pacar. Alangkah terkejutnya Kamaludin, ketika si pacar menuturkan bahwa mereka (pacar dan korban) pernah berhubungan badan. “Karena itulah saya mendendam,” ungkapnya.

Kemudian pada Rabu (10/10/2018), saat bertemu di sebuah pertigaan desa, korban diajak untuk main biliar ke Pasuruan. Mereka, yakni Kamaluddin, Nurhadi Mustofa membonceng motor sport milik korban Ahmad Arifin, ke Pasuruan. Puas main biliar, ketiganya kembali ke Lumbang. Namun, di tengah perjalanan, Kamaludin mengajak korban ke Sukapura, dengan alasan menengok neneknya.

Ketika sampai di jembatan Sariwani, Kamaludin yang memegang kemudi menepikan motor, berdalih hendak buang air kecil. Mereka bertiga pun turun dari motor, dengan posisi korban berdekatan dengan Kamaludin, sementara Nurhadi menjauh.

“Saat kencing itulah saya ayunkan sabit ke arah lehernya. Nggak tahu kena bagian apa, yang jelas saya tiga kali mengayunkan senjata,” tutur Kamaludin.

Mengetahui korban roboh, Nurhadi mendekat. Keduanya kemudian membuang korban ke dasar sungai sedalam 10 meter. “Saya pegang bagian dada, kalau dia pegang sabuknya Aripin. Nggak tahu bagaimana jatuhnya,” tambah Nurhadi.

Pembunuhan bermotif asmara itu dibenarkan oleh Kapolres Probolinggo AKBP. Fadly Samad. Pelaku sejak awal menyiapkan senjata untuk membunuh Arifin. “Dari pemeriksaan sementara, pelaku utama ini dendam. Karena korban pernah menggoda pacarnya, sehingga pelaku berinisitif menghabisi nyawa korban,” ungkapnya.

Diketahui Ahmad Arifin (16), warga Desa Sapeh, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, yang merupakan siswa SMPN 4 Lumbang. Tubuhnya ditemukan menjadi mayat di jembatan sungai Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura pada Kamis (11/10/2018) pagi. (cho/saw)