Koran Online 15 Okt : Cerita Susahnya Merubah Tretes, hingga Kapal Motor Terbakar di Pelabuhan Mayangan

0
534

Beragam peristiwa kami sajikan pada 14 Oktober melalui laman media online wartabromo. Ragam berita menarik kini kami rangkum untuk kembali anda baca dalam koran online edisi Senin (15/10/2018). Mulai Cerita Susahnya Merubah Tretes, hingga Kapal Motor Terbakar di Pelabuhan Mayangan :

  1. Cerita Susahnya Merubah Tretes, Ada Penghadangan hingga Pemukulan saat Penertiban

Pasuruan (wartabromo.com) – Puncak Tretes, Kabupaten Pasuruan, digadang-gadang dapat berubah menjadi kawasan wisata keluarga. Hanya saja, sejumlah kendala masih dihadapi.

Wakil Bupati Pasuruan, Mujib Imron (Gus Mujib) mengungkap pandangannya, terkait upaya merubah stigma negatif hingga aksi penertiban di kawasan Tretes, dalam acara seminar nasional Front Santri Indonesia di Hotel Dalwa, Jalan Raya Raci No. 51, Kabupaten Pasuruan, Minggu (14/10/2018). Simak Selengkapnya.

  1. Kapal Motor Terbakar di Pelabuhan Mayangan
Asap hitam membumbung dari kapal Friends Tanjung Pinang di pelabuhan Mayangan, Kota Probolinggo, Minggu (14/10/2018).

Probolinggo (wartabromo.com) – Sebuah kapal pencari ikan terbakar di Pantai Pelabuhan Perikanan (PPI) Mayangan Kota Probolinggo, Minggu (14/10/2018). Belum diketahui penyebab kebakaran kapal.

Kobaran api serta asap hitam menutupi seluruh badan kapal motor (KM) bernama Friends Tanjung Pinang itu. Kobaran api cepat membesar, sebab angin juga bertiup kencang. Sehingga menyulitkan pemadaman manualnya yang dilakukan oleh warga dan nelayan setempat. Mereka tampak kesulitan menaklukkan kobaran api. Simak Selengkapnya.

  1. PCNU Kota Pasuruan Gelar Jambore Santri Pertama di Indonesia

Pasuruan (wartabromo.com) – Ratusan santri se-kota/kabupaten Pasuruan berkumpul di Ponpes Bayt Al Hikmah, Minggu (14/10/2018). Mereka mengikuti Jambore Santri, peringati Hari Santri Nasional tahun ini.

“Ini adalah jambore santri yang pertama di Indonesia dan semoga bisa menjadi role model untuk daerah lainnya,” tutur Waladi Imaduddin Kadmi, Ketua Lakpesdam NU Kota Pasuruan, sekaligus penanggungjawab kegiatan. Simak Selengkapnya.

  1. Gurih Pedas Bawang “Egois” Watuwungkuk

BANYAK jalan menuju Roma. Begitulah istilah yang tepat bagi kiprah PKW Desa Watu Wungkuk. Pasa masa panen raya ini, hasil panen melimpah dan menyebabkan harga bawang terjun bebas. Oleh karenanya, mereka mengolahnya menjadi camilan agar bawang merah itu mempunyai nilai tambah.

Ya, dari pada membusuk, bawang tersebut kemudian diolah, dijadikan camilan bawang aneka rasa. Caranya, bawang merah yang sudah dibersihkan kemudian digoreng dalam minyak bersuhu tinggi. Setelah itu, diberi perasa pedas sesuai selera. Simak Selengkapnya.

  1. Meneguk Segarnya Jamu Kebonagung Khas Kota Pasuruan

MENGUNJUNGI Kota Pasuruan tak lengkap rasanya jika tak mencicipi seteguk minuman khasnya, jamu Kebonagung. Ya, jamu Kebonagung memang dikenal sebagai minuman khas dari kota Untung Suropati. Minuman terbuat dari rempah-rempah seperti kapulaga, lada, cabe jamu, pala, cengkeh, jahe, dan gula tebu ini sangat baik untuk kesehatan.

Minuman segar dan berkhasiat ini diturunkan secara turun temurun dari para leluhur. Letak geografis Pasuruan yang strategis, menjadikan daerah ini dulunya dikenal sebagai pelabuhan transit dan pasar perdagangan antar pulau bahkan antar negara. Banyak bangsawan dan saudagar kaya menetap di Pasuruan, untuk melakukan perdagangan. Salah satunya adalah perdagangan rempah. Nah, rempah-rempah itulah yang dimanfaatkan untuk membuat minuman. Simak Selengkapnya.