Cuaca Terasa Gerah di Pasuruan? Ini Penyebabnya

0
2657
Ilustrasi gerah. Foto: LINE Today.

Pasuruan (wartabromo.com) – Terik matahari begitu menyengat, bahkan hujan tak kunjung datang di bulan Oktober ini. Menanggapi hal tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tretes Pasuruan memberi penjelasan.

“Pulau Jawa memang alami peningkatan suhu secara merata dan bulan ini merupakan puncak kemarau,” terang Suwardi, Kepala Stasiun Geofisika Tretes, Selasa (16/10/2018).

Selain itu, Kulminasi Matahari atau posisi matahari yang tepat berada di atas kepala ini, menyebabkan pancaran radiasi langsung (penyinaran) matahari yang terjadi lebih maksimal dan menyebabkan penguapan tertinggi dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Semakin maksimal radiasi yang diterima di permukan bumi, akan semakin besar pula radiasi balik yang dipantulkan permukaan bumi. Radiasi balik inilah yang kemudian kita rasakan sebagai panasnya udara permukaan. Umumnya hal ini menyebabkan kondisi gerah dan terik yang menyengat ke kulit.

Cuaca yang panas, angin yang bertiup cukup kencang, tidak hujan dalam waktu yang lama, serta permukaan tanah yang kering dan banyaknya tanaman yang mengering menjadi pemicu tingkat ketidaknyamanan tubuh terhadap udara lingkungan.

Penambahan panas maksimum siang hari tersebut, selain karena radisi langsung matahari, juga merupakan dampak musim kemarau yang masih berlangsung di sebagian besar Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara. (trp/ono)