MUI Bakal Tutup Padepokan Dimas Kanjeng

0
1101
Foto: Dokumen

Kraksaan (wartabromo.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo bakal menutup secara resmi Padepokan Dimas Kanjeng di Desa Wangkal, Kecamatan Gading. Sebab dalam 2 tahun terakhir, keberadaan padepokan yang dipimpin Taat Pribadi itu, semakin meresahkan warga.

Wacana penutupan itu, disampaikan oleh Sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo, Yasin. Ia menuturkan sejak Taat Pribadi terjerat masalah hukum pada 2 tahun lalu, banyak muncul isu-isu tak sedap di kalangan warga. Salah satunya yang membikin heboh, adalah pembaiatan ketua padepokan baru.

“Untuk itu kami tindak lanjuti kembali supaya segera ditutup. Jika padepokan itu terus dibiarkan, dikhawatirkan malah akan semakin menggonggong. Sehingga meresahkan warga sekitarnya. Seperti pada 17 Agustus lalu, tersebar video upacara padepokan dan video itu sempat viral di berbagai media sosial,” kata Yasin, Senin (5/11/2018).

Pria asal Besuk itu mengatakan, proses penutupan yang dilaksanakan pihaknya belum dipastikan jadwalnya. Sebab sejauh ini, masih sebatas mengirim laporan pada MUI Provinsi Jawa Timur. Pelibatan MUI Provinsi Jawa Timur dikarenakan kasus padepokan tersebut terbilang cukup besar.

“Di Kabupaten Probolinggo ini, kan hanya tempat dan pelakunya saja. Tapi korban banyak dari luar daerah. Bahkan ada yang sampai luar jawa. Jadi perlu melibatkan MUI Jatim, karena ranah dan wilayah kasus ini cukup besar,” ungkapnya.

Tak hanya melibatkan MUI Jatim, pihaknya juga akan melibatkan berbagai instansi formal dan informal lainnya. Diantaranya aparat kepolisian, Anshor Kota Kraksaan, Banser Kota Kraksaan, FKUB Kabupaten Probolinggo, dan sejumlah instansi lainnya. Namun, untuk memulai eksekusi itu, pihaknya masih menunggu respon dari pihak MUI Jatim.

“Kami belum bisa memastikan kapan pelaksanaan eksekusi itu. Sebab untuk penutupan padepokan itu, harus menunggu respon dari MUI Jatim. Jika nantinya sudah ada respon, kami akan segera mengmbil langkah beraama instansi lainnya,” terang Yasin

Berdasarkan pantauan MUI, padepokan Dimas Kanjeng masih ramai dengan pengikutnya. Ada sekitar 300 pengikut yang tinggal di tenda-tenda dan bangunan disana. Mereka tetap beraktifitas seperti biasa dan menarik dana secara terselubung.

“Kami tidak ingin masalah padepokan ini terus merambat. Jadi bagaimanapun caranya kami akan segera melakukam penutupan supaya warga setempat nyaman dan Probolinggo selalu kondusif,” tandasnya. (cho/saw)