Pemkot Probolinggo Gandeng BKSDA Pasang Perangkap Kera

0
270
Ilustrasi.

Probolinggo (wartabromo.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo bertindak cepat menindaklanjuti serangan kera liar terhadap Hafid Septian Maulana (2 bulan). Bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Probolinggo, memasang perangkap di sekitar lokasi kejadian.

“Kami dan BPBD sudah koordinasi dengan BKSDA. Mereka sudah memasang perangkap dan umpan makanan di daerah sana, tapi sampai saat ini keranya belum ketemu,” kata Kepala Satpol PP setempat, Agus Efendi saat dihubungi oleh wartabromo.com pada Kamis (8/11/2018).

Agus mengatakan, pihaknya belum memastikan apakah kera liar itu, berasal dari hutan atau peliharaan warga yang lepas. “Ada dua kemungkinan. Kera tersebut berasal dari hutan, kemudian turun ke perkampungan karena habitatnya rusak sehingga stres terus nyerang. Atau bisa jadi, punya warga setempat yang lepas,” terka mantan Kadisparbud ini.

Warga sendiri hingga saat ini resah dengan adanya serangan kera liar itu. Dari pengamatan warga, diperkirakan ada 2 kera dengan ukuran sebesar anak usia 4 tahun berkeliaran. Kera tersebut sudah beberapa kali membahayakan warga, khususnya anak-anak. “Kami berharap Pemerintah segera menangkap kera tersebut, karena sudah cukup meresahkan warga,” kata Eko Cahyono.

Diwartakan sebelumnya, bayi berumur 2 bulan bernama Hafid Septian Maulana menjadi korban keganasan kera liar, pada Rabu (7/11/2018). Peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 6.00 WIB. Saat itu, anak kedua dari pasangan Sugeng (40) dan Nur Holifah (27), warga Kelurahan Kedung Asem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo itu, tidur di amben belakang rumah. Tak jauh darinya, Nur Holifah, si ibu, sedang mencuci pakaian.

Saat ini kondisinya sudah stabil setelah menjalani operasi pada luka di dahi dan pelipisnya. Balita tersebut sudah diperbolehkan pulang oleh dokter RSUD dr Moh Saleh Kota Probolinggo. (fng/saw)