Menikmati Ragam Hayati Air Terjun Kali Pedati

1897
Air terjun Kali Pedati. Berada di kawasan hutan lindung Petak 1a KRPH Bermi, Kabupaten Probolinggo, air terjun ini memberi ragam hayati untuk dinikmati. (Foto: Hendra Trisyanto/5:am_wildlifephotography).
Anda suka petualang, penikmat alam atau pecandu fotografi alam bebas? Ada baiknya untuk mengeksplorasi keindahan air terjun Kali Pedati di Desa Kalianan, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo. Keanekaragaman fauna dan flora nan eksotik di hutan lindung itu, layak di dinikmati.

Muhamad Choirul Efendi, Probolinggo.

AIR terjun Kali Pedati terletak di kawasan hutan lindung Petak 1a KRPH Bermi, Kabupaten Probolinggo. Objek wisata alam ini, menawarkan pesona yang berbeda dengan lainnya. Aneka satwa dan tumbuhan, menjadi menu pembuka sebelum mata kita tertuju pada air terjun setinggi 50 meter. Air yang jernih nan segar menjadi suguhan selanjutnya.

Untuk menjangkaunya para traveler atau wisatawan bisa menggunakan kendaraan roda 4 atau roda 2 dari kantor KRPH Krucil sejauh kurang lebih 7 km. Kendaraan kemudian diparkir di rumah penduduk. Perjalanan pun dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 1 km. Jalan setapak ini, memiliki karakter jalur yang relatif datar. Akan ada dua titihan bambu, menyebrangi sungai kecil.

Sebelum sampai ke lokasi air terjun Kali Pedati, pengunjung akan disuguhi dengan tebing-tebing batu menjulang tinggi. Seakan-akan mengurung dan membelenggu pengunjung dari keramaian dunia luar. Namun, keterasingan itu terobati dengan penampakan aneka satwa liar endemik pulau Jawa, macam burung, koloni lutung Jawa dan tupai yang nampak menghiasi pepohonan, di sepanjang jalur menuju spot air terjun.

Sejumlah traveler berjalan kaki menyusuri jalan setapak menuju Air terjun Kali Pedati. (Foto: Hendra Trisyanto/5:am_wildlifephotography).

Tak hanya aneka fauna, tanaman liar juga menyambut para pengunjung. “Sangat bagus, pemandangannya eksotis banget. Ada beberapa satwa, seperti lutung, burung, serangga yang saya temui. Tak hanya itu, kita bisa memetik stroberi hutan sepanjang perjalanan ini,” kata Hendra Trisyanto, salah pengunjung air terjun Kali Pedati.

Kepala Desa Kalianan, Suciati menuturkan, pihaknya saat ini sedang gencar mendorong para pemuda desa agar lebih sadar tentang potensi wisata. Desa Kalianan berada di lereng Pegunungan Hyang atau Argopuro, selain mempunyai panorama alam yang masih asri, juga menyimpan keanekaragaman hayati.

Rencananya, dalagm waktu dekat gazebo bambu di beberapa titik aliran sungai Kali Pedati, akan dibangun. “Jadi sudah sepatutnya kami kembangkan. Kami berharap ke depannya wisata air terjun Kali Pedati dan segala kekayaan yang terkandung di dalamnya semakin diminati wisatawan dan menjadi destinasi wisata andalan di Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Kepala Administrasi (Adm) KPH Probolinggo, Haris Suseno mengatakan pengembangan wisata itu, selaras dengan misi Perum Perhutani yaitu pengelolaan Sumber Daya Hutan secara seimbang dan Lestari. Dengan majunya pengembangan destinasi wisata alam di Kabupaten Probolinggo, pihaknya juga akan selalu men-suport semaksimal mungkin. Khususnya pada ecotourism yang juga banyak memanfaatkan kawasan hutan dengan segala keanekaragaman hayati di dalamnya.

“Jika sinergi ini bisa terjalin baik, Perhutani, Pemkab Probolinggo dan masyarakat Probolinggo, kami yakin perkembangan destinasi wisata alam Kabupaten Probolinggo akan bisa berkembang lebih maju dan berkonsep wawasan lingkungan,” kata Haris.

Sebagai salah satu upaya konservasi, beberapa pemuda desa Kalianan telah disiapkan untuk mendapatkan pelatihan, agar bisa mengelola potensi wisata ini dengan baik.

“Sekaligus untuk menjaga keutuhan dan kelestarian alamnya,” imbuh Haris. (*)