Awas! 12 Januari, Jalur Utama Pulau Jawa Terancam Lumpuh

384

Pandaan (WartaBromo) – Rencana Parade Nusantara memperingati Hari Kebangkitan Desa Nusantara dengan menggelar karnaval di sepanjang jalan Anyer-Panarukan mengancam arus lalu lintas di jalur-jalur utama pulau jawa. Pasalnya, karnaval yang akan dilaksanakan pada tanggal 12 januari 2012 tersebut akan berlangsung di dua jalur pulau jawa, yakni jalur utara mulai Anyer-Panarukan dan jalur tengah mulai Sidoarjo, Jawa timur hingga Bandung Barat, Jawa barat dan terakhir di Bogor.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sudir Santoso selaku Ketua Presidium Persatuan Rakyat Desa (Parade) Nusantara, senin (3/1/2012) kemarin.

Saat ditanya wartawan tentang dampak yang bisa ditimbulkan akibat aksi tersebut, Sudir Santosa membantah jika karnaval diniatkan untuk menutup atau melumpuhkan jalan-jalan pulau jawa.

“Biasa kan kita ulang tahun, antar daerah bisa berbaur sehingga ada kedekatan emosional,” ujarnya usai mengikuti acara konsolidasi pengawalan undang-undang desa di Taman Candra wilwatikta Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan.

Meski demikian, melihat banyaknya anggota Parade Nusantara di Indonesia, Sudir Santoso beranggapan bisa saja karnaval tersebut melumpuhkan arus lalu lintas di jalan-jalan utama di pulau jawa.

Parade Nusantara sendiri akan melakukan pengawalan secara menyeluruh undang-undang desa yang  pada januari 2012 ini memasuki tahap pembahasan oleh anggota DPR RI.

“Kita akan membentuk fraksi balkon sebanyak 200 orang yang siap mendengarkan dan menyaksikan langsung prosesi pembahasan di gedung dewan, ” katanya.

Sudir menjelaskan, pembentukan Fraksi balkon terinspirasi oleh aksi  yang pernah dilakukan oleh guru-guru PGRI ketika meminta anggaran 20 persen APBN untuk pendidikan

“Mereka hanya nongkrong di Balkon sekedar mendengar dan melihat, namun jika pembahasannya kontaproduktif, kita akan kejar ke ruang fraksi masing-masing,” tegasnya.

Pengesahan Undang-undang desa sendiri akan berdampak pada semua desa di indonesia, pasalnya para kepala desa  akan mendapatkan 10 persen dana APBN dengan realisasi masing-masing desa 1 miliar rupiah setiap tahun sesuai dengan luas desa dan jumlah penduduknya. (yog/yog)