Puskesmas Bangil Sediakan Metadon Bagi Pecandu Narkoba

313
Foto : Ilustrasi

Bangil (wartabromo) – Pasuruan ternyata merupakan daerah yang banyak memiliki pengguna narkotika dan zat adiktif berbahaya yang tingkat ketergantungannya terhadap jarum suntik sangat tinggi. Padahal, penggunaan jarum suntik yang tidak steril dan bergonta-ganti kerapkali menjadi salah satu faktor penyebab menularnya virus HIV/aids tersebut.

Sebagai upaya untuk mengalihkan penggunaan jarum suntik, para pecandu yang ingin sembuh dan menghentikan kebiasaan buruknya kini bisa datang ke Puskesmas Bangil, Pasuruan.

Hasil rekomendasi dan persetujuan Kementrian kesehatan, Puskesmas tersebut dinyatakan layak untuk memiliki Poli Terapan Ruwatan metadon (PTRM) yakni layanan kepada pecandu untuk mengakses kebutuhan metadon sebagai bagian terapi untuk menghilangkan kecanduan terhadap Napza. Metadon adalah narkotik sintetis yang kuat seperti heroin (putaw) atau morfin, tetapi tidak menimbulkan efek sedatif yang kuat.

“Hari ini, (Selasa,red) secara resmi PTRM ini dibuka bagi para pecandu napza untuk bisa mengakses metadon, “ujar Firman, Pengelola Program HIV/AIDS Dinas Kesehatan Jawa Timur saat membuka secara resmi PTRM tersebut di Puskesmas Bangil, Selasa (9/10/2012).

Menurutnya, saat ini tidak semua rumah sakit maupun Puskesmas di Jawa Timur yang memiliki layanan PTRM. Pasalnya, selain harus mendapatkan persetujuan dari Kementrian Kesehatan juga tingkat populasi pengguna Napza jumlahnya harus signifikan.

“Selama ini banyak pengguna napza yang harus mondar-mandir ke Surabaya kalau ingin terapi tapi mulai saat ini, mereka bisa di sini,” timpal Oyik Renaldi Ketua Komunitas Korban Napza Pasuruan (Barnaspas) yang hadir saat peresmian PTRM tersebut.

Dijelaskannya, banyak Pecandu narkotik dan zat berbahaya yang ada di Pasuruan kerapkali putus asa dan kembali ke jarum suntik lantaran harus bolak-balik ke Surabaya untuk menjalani terapi.

“Penggunaan jarum suntik tersebut pada akhirnya akan meningkatkan angka prevalensi HIV/AIDS di Pasuruan,” jelasnya.

Ia berharap dengan berdirinya PTRM di Puskesmas Bangil tersebut bisa membantu para pecandu napza di Pasuruan untuk menjalani terapinya menggunakan jarum suntik. (fyd/yog)