Suspect Difteri Meningkat Tajam di 2012

565

Pasuruan (wartabromo) – Dari tahun ke tahun kasus difteri di Kabupaten Pasuruan terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2012, terhitung sejak Januari sampai Oktober saja, sudah tercatat 25 warga suspect difteri.

“Terus mengalami peningkatan sejak 2010,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, Loembini PJ, dalam sosialisasi dan persiapan teknis operasional pelaksanaan Sub Pin Difteri di Kabupaten Pasuruan, Kamis (01/11/2012).

Suspect difteri di Kabupaten Pasuruan 95% dialami anak-anak dan remaja, usia antara 2 bulan sampai 15 tahun. Namun, lanjut Loembini, orang dewasa juga rentan pada penyakit ini karena penularannya melalui udara. Suspect difteri di Kabupaten Pasuruan tersebar di Kecamatan Lekok, Pandaan, Grati, Tutur, Lumbang, Kraton, Wonorejo dan paling tinggi di Kecamatan Winongan.

“Tahun 2010 ada 5 kasus suspect difteri, tahun 2011 ada 9 kasus dan 2012 sampai 29 oktober tercatat  25 kasus,” ujarnya.

Meski mengalami peningkatan kuantitatif, kata Loembini, kasus kasus difteri mengalami penurunan secara kualitatif. Jika pada tahun 2011 terdapat 4 orang positif difteri, pada tahun 2012 hanya 1 orang positi.

“Alhamdulillah tidak ada yang meninggal,” bebernya.

Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, Nurfadjri menegaskan meski tidak yang meninggal akibat difteri, pencegahan sejak dini harus dilakukan. Pasalnya penyakit ini sangat mudah menular seperti TBC dan ISPA.

“Jangan menunggu sampai positif atau ada korban. Harus lakukan pencegahan. Defteri bisa disembuhkan jika cepat diketahui sejak dini dan diobati sampai tuntas,” ujarnya.

Di Jawa Timur, wabah difteri sudah ditetapkan sebaga Kejadian Luar Biasa (KLB) dengan angka kematian pada 2012 mencapai 28 orang. Jumlah tersebut tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. (fyd/fyd)