Angkot, Nasibmu Kini…

260

Pasuruan (wartabromo) – Semakin banyaknya kendaraan pribadi pelan dan pasti mengkikis moda transportasi umum. Beberapa line (jalur) angkot di Kota Pasuruan sudah merasakan susahnya mencari penumpang karena warga lebih memilih menggunakan motor maupun mobil pribadi.

Data yang dihimpun, Jumat (30/8/2013), beberapa line angkot yang mulai kehilangan penumpang yakni B1 dan A1. Selain kedua line ini, line I juga tak jauh berbeda.

Line B1 melintasi Pasar Kebonagung – Jl Dr Wahidin – Jl Pahlawan – Terminal Lama – Pasar Besar – Jl Kyai Sepuh – Jl Slamet Riyadi hingga Jl Urip Sumoharjo; Line A1 melewati Pasar Kebonagung – Jl Urip Sumoharjo – Jl Slamet Riyadi –Jl Kyai Sepuh – Jl Soekarno Hatta – Terminal Lama – Taman Kota – Petamanan hingga Jl Untung Suropati; sedangkan line I melalui Dompo – Krapyakrejo – SMUN 3 – Ngegot – Pasar Kebonangung – Jl Wachid Hasyim – Pasar Besar – Jl KH Abdul Khamid – Jl Gajahmada – Jl Karya Bhakti – Jl Slamet Riyadi tebus Legowok.

Semakin sepinya penumpang ini membuat para sopir mengeluh karena bukan saja pendapatan mereka jauh berkurang, tapi juga sering merugi. “Paling banyak penumpang anak sekolah,” kata Supardi (46) seorang sopir line A1.

Ia menuturkan awalnya armada di C1 ada 4 unit sekarang tinggal 3 unit. Line B1 yang awalnya 6 unit kini hanya tinggal 1 unit. Line I juga mengalami nasib yang sama, dari 6 unit kini hanya 2 unit yang beroperasi.

“Penumpang kian hari terus berkurang,” keluhnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Pasuruan, Didik Rame Dwi Wibowo membenarkan bahwa sebagian line angkutan kota tengah mengalami mati suri. Namun ia tak bisa berbuat banyak karena warga lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi.

“Masyarakat lebih memilih sepeda motor daripada angkot, itu penyebab utama berkurangnya penumpang,” kata Didik. (dyt/fyd)