Habib Luthfi : Ahli Thoriqoh Jangan Jadi Bemper Politik

625
Habib Luthfi Bin Ali Bin Yahya bersama Pengasuh Ponpes Ngalah, Sengon Agung, Pasuruan. Foto : istimewa
Habib Luthfi Bin Ali Bin Yahya bersama Pengasuh Ponpes Ngalah, Sengon Agung, Pasuruan. Foto : istimewa
Habib Luthfi Bin Ali Bin Yahya bersama Pengasuh Ponpes Ngalah, Sengon Agung, Pasuruan. Foto : istimewa

Purwosari (wartabromo) – Jam’iyah Ahli Thoriqoh diingatkan untuk tidak menjadi bemper politik bagi kepentingan segelintir orang-orang partai menjelang Pemilu 2014 mendatang melainkan menjadi mercusuar bagi orang-orang partai agar bisa memberikan petunjuk ke arah kebaikan dalam kehidupannya.

Hal tersebut dinyatakan oleh Roim Amm Idaroh Aliyah Jam’iyah Ahlith thariqah Al Mu’tabaroh An Nahdliyah, Habib Luthfi Bin Ali bin Yahya saat menyampaikan pidatonya dalam kegiatan silaturahmi  Mursyid dan Kholifah bersama Idaroh Wustho dan Syu’biyah Thariqoh Al Mu’tabaroh An Nahdliyah di Pondok Pesantren Ngalah Sengon Agung, Purwosari, Pasuruan, Minggu (15/9/2013).

“Saat ini banyak orang yang dahaga, jangan sampai umat terpecah belah karena kita,”ujar Habib kharismatik asal Pekalongan, Jawa Tengah tersebut.

Dalam candaannya, Habib Luthfi mengatakan, fanatisme terhadap Partai Politik diperkenankan bagi umat islam jikalau sudah menjadi pertanyaan di alam kubur nanti.

“Kalau jadi pertanyaan kubur baru boleh fanatik. Ada tidak Man partai uka,”kelakar habib Luthfi.

Menurutnya, maraknya peristiwa dan musibah serta kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini lantaran makin jauhnya manusia dari para ulama sehingga mudah dibenturkan atau diadu domba meski saat ini teknologi dan kemajuan jaman telah berada di genggaman

“Sekarang anak kecil saja sudah pegang HP, tapi kecanggihan tak bisa menghentikan berbagai musibah dan bala’ yang terjadi. Semakin jauh dari ulama, Yarfaullahal barokah,” tambahnya. (yog/yog)