2.000-an Karyawan Kertas Leces Kembali Turun Jalan Tuntut Pembayaran Gaji

468
Ilustrasi

Leces (wartabromo) – Tak kurang dari 2.000 karyawan PT Kertas Leces Probolinggo kembali berujukrasa di depan gerbang perusahaan, Kamis (10/10/2013). Mereka menuntut pembayaran beberapa gaji, penyesuaian dengan upah minimum regional (UMR) serta sejumlah hak normatif lainnya. Aksi tersebut membuat lalu-lintas Probolinggo-Lumajang terganggu.

Dalam unjukrasa kali ini, para buruh mengajak serta istri mereka. Beberapa diantaranya juga berdiri di pinggir jalan untuk meminta sumbangan pada pengguna jalan. Hal itu sebagai bentuk protes dan keprihatinan bahwa mereka benar-benar membutuhkan uang untuk keperluan hidup dan kebutuhan lain keluarganya.

Dalam orasinya, karyawan mengancam akan menduduki dan menutup kantor direksi sebagai pihak yang bertanggung jawab atas nasib para karyawan. “Manajemen hanya umbar janji,” teriak karyawan.

Para karyawan berharap pimpinan atau pejabat pusat turun guna memberikan solusi secara konkrit. Sebab selama ini mediasi yang dilakukan selalu menemui kebuntuhan. Aksi karyawan ini dijaga ratusan polisi.

Informasi yang dihimpun, PT Kertas Leces menanggung kerugian dari tahun 2005 sampai 2010 sebesar Rp 297,5 miliar. Kerugian akumulatif tersebut disebabkan fokus bisnis PT KL kepada kertas konvensional yang hanya memberikan margin keuntungan 10-15 %. Sehingga belum bisa menutup biaya overhead dan gaji karyawan.

PT Kertas Leces berusaha bangkit dengan memfokuskan produksi dari kertas konvensional seperti HVS, HVO, kertas fotocopy, koran, dan lain-lain ke bisnis kertas mulia atau produk kertas industri. (fyd/fyd)