Ini Pengakuan Asmadi Soal Ratusan Bom Ikan Miliknya

476

pelaku-bom-ikan-pasuruanPasuruan (wartabromo) – Asmadi (40) pembuat ratusan bom ikan akhirnya menyerahkan diri. Pria kelahiran Kelurahan Ngemplakrejo Kecamatan Panggungrejo Kota Pasuruan tersebut mengaku bersalah atas kepemilikan bahan peledak tersebut.

Lelaki bertubuh tambun tersebut tampak lesu dan pasrah dengan hukuman yang akan segera menimpanya. Ia mengaku dengan sukarela menyerahkan diri kepada pihak yang berwajib setelah tahu rumah miliknya digrebek dan ratusan bom ikan siap ledak yang dibuatnya diamankan.

“Pasrah mas. Mau gimana lagi lha wong memang salah,” ujar Pria yang mengaku memiliki dua orang putra tersebut.

Asmadi mengaku dirinya nekad menggeluti bisnis terlarang lantaran banyaknya permintaan dari para nelayan untuk membeli bahan-bahan peledak low eksplosif ini darinya.

“Satu bondet harganya cuma 4 ribu rupiah kok mas,” akunya pada wartabromo.

Bahan-bahan pembuat peledak tersebut didapatnya dari toko-toko yang ada di Kota Pasuruan kemudian diracik dan dijual kepada para nelayan setempat.

“Saya lahir di Ngemplakrejo dan belajar sendiri untuk membuatnya, ” tambah pria yang mengaku mampu menghasilkan 7-9 butir bondet siap ledak dalam sehari.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Asep Akbar Hikmana saat dikonfirmasi mengatakan, penjualan bom ikan tersebut sangat rapi dan menggunakan jaringan terputus dalam setiap transaksinya.

“Pembeli tidak langsung ketemu dengan penjual, tapi mereka terkandang meletakkan barangnya di kandang,” terang Kapolresta.

Atas perbuatannya tersebut, Asmadi ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Undang-undang RI No 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Seperti diberitakan sebelumnya, polisi berhasil menyita ratusan bondet dan bahan peraciknya di rumah pelaku diantaranya 100 bondet siap pakai, 63 bondet setengah jadi, 28 kantong plastik obat serta sejumlah peralatan yang digunakan untuk meraciknya seperti cutter, sumbu ikat, sarung tangan dan keranjang. (yog/yog)