Gadis Probolinggo Diculik Dan Diperkosa di Areal Persawahan

1401

korban-perkosaan-di-angkot(1)Probolinggo (wartabromo) – MPF gadis berumur 20 tahun mengaku diculik dari rumahnya dan diperkosa di areal persawahan yang berjarak 300 meter dari rumah tinggalnya. Ironisnya, selain menggasak keperawanan korban. Pelaku juga mengambil 5 buah ponsel yang ada di dalam rumah korban di Jalan Argopuro Perum Kopian Kelurahan Ketapang Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo.

MPF yang melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Probolinggo Kota menuturkan, sebelum  kejadian dirinya sedang tidur pulas di kamar tengah. Namun, sekitar pukul 02.30 wib dini hari, tiba-tiba ia dikejutkan dengan kedatangan seorang pria bertubuh kekar yang membekap gadis remaja itu dan mengikat tangan serta melakban mulutnya.

Sontak, dia pun tak bisa menjerit meskipun saat itu keluarganya sedang tidur pulas di kamar masing-masing. Anehnya, layaknya ‘kesirep’ tak satu pun anggota keluarga yang terbangun.

Baca Juga :   Balita di Pasuruan Tewas Dibunuh Ibu Kandungnya

Selanjutnya, korban dibawa ke tengah areal persawahan yang tak jauh dari rumahnya. Pelaku pun merenggut keperawanan sang gadis malang tersebut.

Pria yang berbadan tegap serta berkulit hitam tersebut sempat mengancam gadis itu dengan clurit yang dibawanya.”Saya mau dibunuh kalau teriak. Saya sempat memberontak saat di sawah itu,”jelas korban di Mapolres Probolinggo, Minggu (19/1/2014).

Setelah puas melancarkan aksinya, pelaku kemudian meninggalkan korban di tengah areal persawahan. Sambil merintih kesakitan dan menangis, korban pulang dengan kondisi tubuh yang sudah di acak-acak oleh pelaku.

“Dia langsung pergi kemana saya tidak tahu pak,”jelas korban kepada petugas saat diruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak.

Sementara itu, salah seorang anggota keluarga korban, Fian mengaku, pelaku diduga masuk kedalam rumah dengan cara mencongkel jendela samping.

Baca Juga :   Perwira Polresta Pasuruan Tertimpa Pohon Saat Menunggang Vixion

“Jendela samping rumah terbuka mas. Di sana juga ada bekas congkelan,”ujarnya.

Pihak Polres Probolinggo sendiri kini masih menyelidiki kasus tindak kekerasan dan perkosaan termasuk melakukan visum korban ke RS dr Mohammad Sholeh Kota Probolinggo.

“Kami masih melakukan penyelidikan, dan tentunya kita harus bergerak dan menjaga ketenagan dan kenyamanan masyarakat,”jelas Kapolres Probolinggo Kota AKBP Iwan Setiawan saat dikonfirmasi wartawan. (rhd/yog)