Pembacokan Kasun di Lekok Diduga Akibat Salah Paham

699

sajamLekok (wartabromo) – Peristiwa penggeroyokan yang berujung pembacokan terhadap Kepala Dusun Asem Sepuluh, Desa Pasinan, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan diduga akibat kesalahpahaman setelah sebelumnya terlihat aksi pertengkaran hebat.

Berdasarkan keterangan warga setempat, korban sebelumnya sempat bertengkar dengan salah seorang pelaku bernama Kasieman. Sesaat, setelah korban, Saman mendapat laporan dari keponakannya, bernama Rohimah yang baru saja mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari Muryono, anak Kasimen.

“Keponakannya, kemarin dicegat oleh anak Kasimen, saat sedang membawa air hingga motornya hampir jatuh,” jelas Hanif (31) salah seorang teman korban.

Mendapat pengaduan dari keponakannya tersebut, Saman lalu mencoba mendatangi rumah Kasimen untuk menegurnya. Namun, baru saja sampai di rumahnya, korban langsung dipukul oleh Kasimen. Beruntung saat itu korban berhasil mengelak. Namun lantaran emosi, Saman kemudian melepas helm yang dipakainya untuk membalas pukulan Kasimen.

“Mereka sempat bertengkar dengan saling pukul,” terangnya.

Beruntung, pada saat itu, Sholeh anak korban segera datang untuk melerai. Sehingga  pertengkaran itu pun berhasil dihentikan. Namun, Kasimen agaknya masih dendam dengan korban sehingga ia pun menelpon anak dan menantunya yang bekerja ke Surabaya untuk pulang. Mereka adalah Muryono, dan Syahrul.

Seperti diwartakan sebelumnya, Saman (45) Kepala Dusun Asem Sepuluh, Desa Pasinan, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan menjadi korban pembacokan dan terpaksa dilarikan ke RSUD Bangil. Pria ini dibacok oleh tiga orang tetangganya yakni Kasimen, Muryono, dan Syahrul di sebuah kandang sapi yang berada di belakang rumahnya.

Pihak Mapolsek Lekok hingga kini masih melakukan penyelidikan terkait aksi penggeroyokan dan pembacokan tersebut.

“Untuk saat ini, kami masih melakukan penyelidikan,”terang Kapolsek Lekok, AKP Ainul Yakin. (abu/yog)