Sumito, Pria Tua Lumpuh dan Terbuang Mencari Pertolongan

544

kakek-terlantarBeji (wartabromo) – Siapapun pasti ingin memilih untuk tetap berusia muda jika menyaksikan nasib Mbah Sumito (90) diusia senjanya. Terbuang dan nyaris tak diperhatikan.

Pria tua renta dan lumpuh itu kini tinggal di sebuah gubuk kecil di pinggir sungai di Dusun Gersikan Desa Kedungringin Kecamatan Beji, Pasuruan. Gubuk apa adanya tersebut sengaja dibangun secara swadaya oleh warga sejak beberapa hari terakhir lantaran kasihan melihat nasibnya.

Menurut informasi warga, Mbah Sumito diduga sengaja dibuang oleh sesorang di Dusun Gersikan. Pria tua tersebut pertama kali ditemukan oleh Kanipah (50) warga setempat tergeletak tak berdaya di halaman rumahnya. Ia diduga diturunkan dari sebuah mobil pick up oleh seseorang yang tidak diketahui identitasnya.

“Saat itu kampung sepi. Tiba-tiba ada mobil pick up melewati depan rumah dan saya melihat ada seseorang tergeletak didepan halaman,”terang Kanipah pada wartabromo.

Menurutnya, peristiwa yang terjadi pada Sabtu (15/2/2014) siang tersebut membuatnya panik, kondisi mbah Sumito yang mengaku asal Pasuruan tersebut sangat memprihatinkan dengan tubuh dan pakaian penuh dengan kotoran serta bau tak sedap membuat Kanipah berteriak minta tolong tetangganya hingga akhirnya pihak perangkat desa dan warga membuatkannya tempat tinggal di pinggir sungai.

Wartawan media ini berkesempatan untuk menjenguk kondisi pria tua yang diduga dibuang ini ditemani Kepala Desa setempat, Viky Irianto, Kamis (20/2/2014).

Pemandangan yang sangat memprihatikan pun langsung terlihat. Gubuk kecil yang ditempati hanya terbuat dari beberapa spanduk bekas dan berdinding triplek bekas. Kondisi tubuh Sumito kurus kering dan bau menyengat masih keluar dari dalam gubuk itu akibat kelumpuhan total yang dideritanya serta banyak kotoran yang tak bisa dibersihkan di sekitar tempat tidurnya.

Menurut Keterangan Kades Kedungringin, Selama 5 hari terakhir, warga Dusun Gersikan secara bergiliran menjenguk Mbah Sumito dan memberinya makan.

Warga setempat berharap agar pihak Dinas terkait sesegera mungkin membantu Mbah Sumito dengan membawanya ke pantai sosial di Pandaan. Sayang, meski sudah dilaporkan kepada pihak Kecamatan dan dinas terkait belum ada tindakan apapun.

”Katanya, saat ini rumah penampungan Dinas sosial yang berada di Pandaan penuh dan akan di ajukan lagi,”ujar Vicky Irianto menirukan ucapan staf Kecamatan Beji. (gnr/yog)