Urunan Rp. 10.000/Bidan, IBI Pasuruan Bangun Kantor Sekretariat

241

ikatan-bidan-indonesiaPasuruan (wartabromo) – Setelah menunggu selama 13 tahun, para bidan se-Kabupaten Pasuruan akhirnya memiliki kantor sekretariatnya sendiri.

Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf meresmikan operasional Gedung Sekretariat IBI (Ikatan Bidan Indonesia) Kabupaten Pasuruan di Perumahan Kraton Harmoni, Kecamatan Kraton, Jum’at (28/2/2014).

“Posisi bidan tersebut sangat urgent sebagai penyelamat para ibu yang akan melahirkan maka dulu kami urunan untuk bisa mewujudkan mimpi memiliki kantor yang representatif, dan akhirnya mimpi itu terwujudkan sekarang,” kata Titiek Mu’awanah, Ketua IBI Kabupaten Pasuruan.

Dijelaskannya, biaya pembangunan gedung yang dimulai sejak april sampai september 2013 tersebut menembus angka Rp 1 Miliar dan murni swadaya dari 780 bidan di Kabupaten Pasuruan.

Titiek mengistilahkan “Jimpitan” untuk mengumpulkan uang setiap bulannya yakni sebesar Rp 10.000/bidan, untuk selanjutnya bekerja sama dengan salah satu bank di Pasuruan.

“Waktu itu kami punya uang sebesar Rp 6 juta, dan kami bekerja sama dengan bank dan jadilah bangunan ini. Semuanya sudah kami lunasi pada tahun 2002 lalu,”tuturnya.

Gedung Sekretariat IBI ini akan dimanfaatkan antara lain sebagai gedung pertemuan, ruang uji kompetensi SIPBM (Surat Ijin Praktek Bidan Mandiri), ruang pelatihan, seminar, workshop, koperasi, dan sarana lainnya.

“Kalau pelayanan sendiri sudah kami buka sejak oktober tahun lalu, dan kami berharap kepada Pemkab Pasuruan untuk sedikit memberikan perhatian kepada kami,”tegas Titiek dihadapan Bupati Pasuruan.

Selain Irsyad, peresmian gedung itu juga dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, Lulis Irsyad Yusuf, Kepala Dinkes Kabupaten Pasuruan, Drg Loembini Pedjati Lajoeng, serta perwakilan Pengurus IBI Jawa Timur.

Pemkab Pasuruan sendiri telah mengalokasikan anggaran khusus untuk IBI Kabupaten Pasuruan tahun ini sebesar Rp 150 juta, dengan harapan dapat digunakan sebaik mungkin, terlebih untuk menyelamatkan ibu yang akan melahirkan.

“Angka kematian ibu meningkat dari tahun 2013 maka dari itu kami meminta kerja sama dari para bidan dan petugas kesehatan agar mampu menekan kasus AKI (angka kematian ibu) di Kabupaten Pasuruan,”ujar Irsyad. (eml/yog)