Pelajar SMA di Pasuruan Lulus 100 Persen

749

unas-pasuruanPasuruan (wartabromo) – 100 persen pelajar tingkat SMA/SMK/MA/SMALB Negeri Swasta se-Pasuruan dipastikan lulus dalam ujian nasional tahun ini.

Berdasarkan informasi yang didapatkan wartabromo, total sebanyak 17.633 pelajar SMA sederajat dinyatakan tamat dalam menyelesaikan pendidikan di jenjang sekolah menengah atas, dengan rincian 13.800 pelajar asal Kabupaten Pasuruan serta 3863 siswa dan siswi asal Kota Pasuruan.

Nilai tertinggi di Kabupaten Pasuruan, dicapai oleh Rakhmatulloh Abdul Aziz dari SMA Al Ma’Hadul Islami Beji Jurusan IPA, dengan nilai 53,20, disusul Firsta Wahono Febrianto dari SMA Negeri 1 Bangil Jurusan IPA, dengan perolehan nilai 53,00. Sedangkan peringkat ketiga diraih dari Jurusan IPA, yakni Muhammad Jawad Arrosid dari SMAN 1 Pandaan.

Sementara untuk jurusan bahasa, nilai tertinggi dipegang oleh Faruq Setya Wargi dari SMAN 1 Grati, dengan nilai sebesar 52,55, disusul oleh Feni Romalyana dari SMAN 1 Bangil yang mendapat nilai 51,60. Posisi ketiga juga berasal dari SMAN 1 Bangil, yakni Eva Rianti Manullang yang meraih 51,55. Untuk jurusan IPS, urutan pertama adalah Ruri Fedrina Putri dari SMAN 1 Purwosari dengan nilai 49,80, kemudian Nur Aini dari MA As Sholchah dengan nilai 49,75, serta Hikmatus Sa’diya dari MA At Taqwa dengan 49,60.

Untuk Kota Pasuruan, nilai tertinggi didapatkan oleh Mucharromatul Aula dari SMAN 1 Pasuruan Jurusan IPA, dengan nilai 51,65. Sedangkan peringkat kedua diraih oleh Arif Rahman dari SMAN 3 jurusan IPS dengan 51,45, disusul oleh Siti Aminah dari SMAN 2 Pasuruan Jurusan IPS, dengan 51,15.

Iswahyudi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan mengaku bangga dengan hasil yang dicapai oleh para pelajar. Namun pihaknya tidak dapat memastikan apakah nilai tertinggi di Kabupaten Pasuruan dapat masuk dalam 5 besar nilai unas tertinggi di Jawa Timur, lantaran dihapuskannya sistem perangkingan, akibat ulah Joki Unas Lamongan, yang membuat nilai unas pelajar lamongan meraih juara pertama dalam hasil unas tahun 2013 lalu.

“Gara-gara kasus lamongan, maka untuk tahun ini, tidak ada perangkingan. Tapi kita berharap anak didik kita di Kabupaten Pasuruan dapat meraih 5 besar dalam Unas tahun ini,” ujar Iswahyudi. (eml/yog)