Dengar Istri Bunuh Suaminya, Ratusan Warga Mengamuk

931
rusak rumah
Ratusan warga melurug rumah istri Alm. Muhammad di Dusun Kisik Desa Kalirejo, Kraton, Sabtu (24/5/2014) malam / abu / wartabromo.com

Kraton (wartabromo) – Amarah warga Dusun Kisik, Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan tak terbendung. Setelah mendengar kabar tewasnya salah seorang warga bernama Muhammad beberapa waktu yang lalu, diduga sengaja dibunuh oleh pihak keluarga sang istri. Tak ayal, warga pun meluapkan amarahnya dengan merusak tiga rumah yang ada di wilayah setempat, Sabtu (24/5/2014) malam.

Informasi yang dihimpun wartabromo di lokasi kejadian menyebutkan bahwa aksi penggerusakan itu terjadi sejak pukul 19.30 wib, dengan sasaran rumah pertama yakni rumah milik Kholifah, yang tak lain istri dari Alm. Muhammad.

“Saya lihat ada sekitar 100-an lebih warga berjalan kaki dari arah barat menuju ke timur untuk melakukan penggerusakan rumah milik Kholifah,”ujar I’in, warga setempat.

Baca Juga :   Produk Siap Kirim di Gudang 2 Pabrik Kayu di Pandaan Ludes Terbakar

I’in menambahkan, pada saat itu suasana di daerah tersebut terlihat begitu genting. Bahkan, sejumlah anak-anak kecil di suruh orang tuanya masuk ke dalam rumah mereka masing-masing.

“Mereka yang mendatangi rumah kholifah itu terdiri dari laki-laki dan wanita,”imbuhnya.

Lebih lanjut I’in mengatakan, kalau warga yang emosi itu melempari kaca depan rumah Kholifah dengan batu dan balok kayu. Hingga akhirnya membuat kaca depan rumah milik Kholifah pecah dan ruang tamunya rusak porak poranda.

Seusai puas merusak rumah Kholifah yang berada di Dusun Gumeng. Warga yang emosi itu kemudian melanjutkan aksi pengrusakannya di rumah Iskak yang merupakan paman korban, dan juga rumah ayah Kholifah yaitu H. Manab, yang berada di Dusun Kisik.

Baca Juga :   Alun-alun Jadi Jujugan Warga Malang Rayakan Tahun Baru

“Waktu itu saya sudah berusaha menghalau warga dan menghimbau untuk tidak melakukan penggerusakan. Namun, tetap saja mereka melakukan pengerusakan,”ujar Sutikno, salah seorang pamong desa setempat.

Namun, tak lama kemudian datang puluhan petugas kepolisian dari Polres Pasuruan Kota, ke lokasi kejadian untuk menenangkan ratusan warga yang mengamuk.

Sementara itu, Kabag Humas Polres Pasuruan Kota, AKP. Sumarno, saat diwawancarai wartabromo di lokasi kejadian mengatakan, dugaan sementara motif penggerusakan itu dipicu lantaran sejumlah warga tidak terima kalau Muhammad dibunuh oleh pihak keluarga istrinya.

“Sebab awalnya info tewasnya Muhammad ini karena bunuh diri. Namun, di kemudian harinya warga mendapat info kalau tewasnya Muhammad bukan bunuh diri melainkan sengaja dibunuh. Dari sinilah emosi warga memuncak hingga melampiaskan dengan merusak tiga rumah,”pungkasnya. (abu/yog)