Pemkab Bagikan Motor Keluaran Terbaru pada Pengawas TK

710

pemkab pasuruanPasuruan (wartabromo) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan membagikan 33 unit sepeda motor jenis Supra Vit keluaran 2014, kepada sejumlah Penilik (penjamin mutu) pendidikan non formal dan pengawas TK/RA dan Sekolah Lanjutan di lingkup Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Jum’at (28/11/2014).

Pembagian tersebut disampikan secara langsung oleh Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf secara simbolis kepada 5 penerima kendaraan operasional jenis roda dua tersebut.

“Sepeda motor bantuan ini mohon diperlakukan seperti miliknya sendiri. Untuk penerima yang berada di wilayah pegunungan atau daerah yang rawan akan tindak kejahatan, saya harapkan untuk tetap waspada dan berhati-hati,” kata Irsyad.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Iswahyudi menyebutkan, dari 33 unit motor tersebut, sebanyak 18 unit diperuntukkan untuk para penilik pendidikan, kemudian 12 unit untuk pengawas TK/RA, dan 3 unit lainnya untuk pengawas sekolah lanjutan.

Baca Juga :   Dilantik, BB dan Kamera Kades Wangkal Hilang di Pendopo

Pembagian kendaraan operasional itu sendiri dianggarkan dalam PAK APBD 2014 sebesar Rp 594 juta, melalui program Peningkatan Sarana Prasarana Aparatur Negara, pengadaan kendaraan dinas operasional dinas pendidikan 2014.

“Ini baru pertama kali untuk pengawas TK/RA, karena tahun 2013 lalu suda dibagikan untuk para pengawas SD, sedangkan tahun 215 mendatang, kami merencanakan pembagian sepeda motor bagi guru sekolah satu atap di Kabupaten Pasuruan,” imbuhnya.

Lebih lanjut Iswahyudi menegaskan, ke-33 unit sepeda motor tersebut sebaiknya tidak dipakai terlebih dahulu, lantaran nomor plat motor belum dipasang, ditambah lagi dengan himbauan untuk melengkapi kendaraan yang diberikan, dengan SIM (Surat Ijin Mengemudi).

“Jangan sampai tidak punya SIM, karena 2 minggu inis edang gencar-gencarnya operasi zebra semeru. Kalau tidak bawa dan kena razia, pasti akan langsung ditilang,” ujarnya.

Baca Juga :   Yasin Yosi Cabuli Bocah di Kamar Mandi Musollah

Pembagian sepeda motor tahun ini, tentu saja membuat para penerima sumringah. Sujar (43), salah satu pengawas TK mengaku bahwa keberadaan motor bantuan tersebut sangat penting, lantaran dirinya selalu melakukan monitoring ke 30 lebih lembaga TK yang masuk dalam wilayah kepengawasannya.

“Kebetulan saya sehari bisa mengawasi 3 sampai 4 lembaga, jadi butuh motor untuk bisa sampai ke lokasi terpencil,” jelasnya. (eml/yog)