Walikota Pasuruan Minta Petani Garam Gunakan Cara Modern

249

Pasuruan (wartabromo) – Walikota Pasuruan, Hasani berharap agar petani garam yang masih menggunakan pola tradisional untuk berpindah menggunakan pola modern. Karena hasilnya jauh lebih bagus.

“Kesadaran petani digugah lebih dulu dengan contoh bertani garam secara modern. Hasil panen lebih besar dan kwalitas lebih bagus. Makanya petani garam yang lain bisa diajak menggunakan pola modern,” kata Hasani, seusai Panen Raya Garam di Kelurahan/Kecamatan Panggungrejo, Kamis (10/9/2015).

Hasani menyampaikan, belum semua petani garam di wilayahnya yang menggunakan pola bertani garam secara modern dengan geomembran.  Namun dia tetap berupaya, agar petani yang lain dapat melakukannya dengan memberikan dorongan dan semangat.

“Kami juga siap mendukung petani. Termasuk di antaranya dengan memberikan dorongan dengan bantuan, terutama berupa alat agar panenannya makin bagus,” tegas Hasani.

Pembuatan garam secara modern yang dilakukan sejumlah petani dengan menggunakan geomembran. Hasil panenan meningkat 100% dibanding menggunakan pola tradisional. Selain itu kwalitas garam lebih bagus, sehingga harga jual garam lebih mahal.

Dengan pola tradisional dengan lahan berukuran 17X50 meter hanya menghasilkan 4 ton. Dengan pola modern, panenan bisa mencapai 8 ton. Selain itu harga jual juga lebih mahal, yakni sebesar Rp 500 perkilo dibanding dengan pola tradisonal sebesar Rp 400 perkilo. (hrj/hrj).